<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rombongan Gado-gado - Bike to Work Indonesia</title>
	<atom:link href="http://rogads.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rogads.wordpress.com</link>
	<description>Komunitas pekerja bersepeda</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 06:23:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rogads.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rombongan Gado-gado - Bike to Work Indonesia</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rogads.wordpress.com/osd.xml" title="Rombongan Gado-gado - Bike to Work Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rogads.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>C.Y.O.B.L</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2011/05/31/c-y-o-b-l/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2011/05/31/c-y-o-b-l/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 03:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[rogads]]></category>
		<category><![CDATA[bikelane]]></category>
		<category><![CDATA[jalur sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[rogad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Menanggapi “ keseriusan “ pemerintah DKI dalam membuat jalur khusus sepeda saya tergelitik untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin semua dari kita sudah terlalu biasa dengan segala kemacetan dan kesemrawutan jalanan Jakarta, tetapi ternyata sebagian besar masih menikmatinya dengan sumpah serapah, makian dan mengeluh. Lalu bagaimana dengan peSEPEDA atau Bike to Work ? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=763&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menanggapi “ keseriusan “ pemerintah DKI dalam membuat jalur khusus sepeda saya tergelitik untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.</p>
<p>Mungkin semua dari kita sudah terlalu biasa dengan segala kemacetan dan kesemrawutan jalanan Jakarta, tetapi ternyata sebagian besar masih menikmatinya dengan sumpah serapah, makian dan mengeluh.<br />
<a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0503.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-764" title="IMG_0503" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0503.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Lalu bagaimana dengan peSEPEDA atau Bike to Work ?</p>
<p>Mungkin semua dari kita sudah merasakan bagaimana rasanya berjuang di jalanan Jakarta, mencari sedikit celah di antara himpitan kendaraan bermotor sepanjang jalan dari rumah kita ke tempat tujuan masing-masing. Tak jarang kita bersitegang bahkan bertukar kata makian tanpa alasan yang jelas dan berlomba-lomba mengisi jalanan yang sudah padat dengan harapan cepat sampai di tujuan.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0516.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-765" title="IMG_0516" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0516.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Beberapa tahun ke belakang ketika kondisi jalanan masih sedikit ramah, kita masih bisa sedikit menikmati bagaimana berSEPEDA ke tempat kerja walau mungkin kalau dibandingkan saat ini jumlah peSEPEDA belum terlalu banyak.</p>
<p>Dengan senyuman dan bunyi ting-ting kita akan menyapa siapa saja peSEPEDA yang kita temui di jalan, lalu bertukan nomor HP dan janjian berangkat bersama keesokan harinya. Kemudian seperti pesan berantai , jadilah kita bertemu di satu titik point untuk kemudian bersama-sama menikmati kemacetan.</p>
<p>Masa itu, kita pun sudah berangan-angan mempunyai Jalur Sepeda tetapi itu bukan hal yang penting. Yang lebih penting adalah bagaimana kebersamaan dan keriangan bersama bisa kita rasakan seterusnya.</p>
<p>Ini yang nggak mudah, dalam perjalanannya ada yang tiba-tiba menghilang tetapi banyak juga teman-teman baru dan demikian seterusnya.</p>
<p>Salah satu gunanya berangkat bersama adalah kita bisa ikut merasakan jalur-jalur yang tidak pernah kita lalui sebelumnya. Memilih memasuki gang-gang kecil daripada harus berbagi polusi dengan kendaraan bermotor. Terkadang jalur yang kita pilih pun tak selalu lebih cepat, bahkan sedikit memutar atau malah buntu. Tetapi pada akhirnya kita pun bisa menemukan “jalur pelarian “ kalau jalan utama sedang dalam kondisi yg macet.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0512.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-770" title="IMG_0512" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0512.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Dan sekarang ini rupanya jalur pelarian tersebut juga sudah di lirik oleh kendaraan bermotor, rupanya mereka juga sudah tak tahan dengan kemacetan. Akhirnya kami pun harus kembali berebut jalanan yang sempit dengan motor-motor.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0505.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-766" title="IMG_0505" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0505.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Bukan rahasia lagi jika di tengah kemacetan, ada satu motor yang berbelok dan mencari jalan alternatif makan puluhan motor akan mengekor di belakangnya. Rupanya hal ini juga yang menjadi masalah bagi warga yang menghuni di jalanan atau gang-gang yang sempit. Tak sedikit dari warga yang berusaha menutup gang-gang tersebut dengan seutas tali atau bangku agar motor-motor tidak bisa melewatinya.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0520.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-767" title="IMG_0520" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0520.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Untunglah karena kita menggunakan sepeda, kita bisa melewatinya dengan sedikit mengangkat sepeda kita dan meneruskan perjalanan.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0522.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-768" title="IMG_0522" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0522.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Memang diperlukan beberapa kali percobaan untuk mencari jalur-jalur alternatif, tetapi dengan berangkat bersama-sama biasanya lebih mengasikkan. Selain kita bisa bertukar jalur, kalaupun misalkan kita menemukan jalan yang buntu &gt; kita tidak sendirian.</p>
<p>Jadi daripada kita menunggu pemerintah membuatkan Jalur Sepeda atau Bike Lane, marilah kita buat jalur sepeda kita sendiri dan sebarkan kepada teman-teman kita dan biarkan mereka merasakan bagaimana jalur sepeda yang kita buat.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0528.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-769" title="IMG_0528" src="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0528.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Menunggu adalah hal yang paling membosankan, apalagi sudah ditunggu lama eh yang ditunggu malah datang walah hanya menebar pesona.</p>
<p>Dedicated to temen-temen ROGAD dan B2Wer di manapun</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=763&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2011/05/31/c-y-o-b-l/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0503.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0503</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0516.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0516</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0512.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0512</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0505.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0505</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0520.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0520</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0522.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0522</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2011/05/img_0528.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0528</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JARAMBAH &#8211; Edisi Pulang</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/12/03/jarambah-edisi-pulang/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/12/03/jarambah-edisi-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 07:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[rogads]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[turing]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ampenan]]></category>
		<category><![CDATA[denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[jatinegara]]></category>
		<category><![CDATA[lembar]]></category>
		<category><![CDATA[mataram]]></category>
		<category><![CDATA[padang bai]]></category>
		<category><![CDATA[pasar turi]]></category>
		<category><![CDATA[roagads]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Jarambah – Edisi Pulang ,, Bermalam di sebuah Hotel di dalam kota Ampenan . Ampenan sendiri adalah sebuah kecamata yang masuk ke dalam wilayah kota Mataram. Dahulu nya adalah pusa kota pulau Lombok, sehingga kita bisa menemukan gedung-gedung tua yang sayangnya kurang terawat. Malam hari kecuali , Om TP dan Om Zam, yang lain berkesempatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=756&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jarambah – Edisi Pulang ,,</p>
<p>Bermalam di sebuah Hotel di dalam kota Ampenan . Ampenan sendiri adalah sebuah kecamata yang masuk ke dalam wilayah kota Mataram. Dahulu nya adalah pusa kota pulau Lombok, sehingga kita bisa menemukan gedung-gedung tua yang sayangnya kurang terawat. </p>
<p>Malam hari kecuali , Om TP dan Om Zam, yang lain berkesempatan mencari makanan khas Lombok yang sangat terkenal yaitu  Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung di sebuah warung makan di Ampenan.  Makanan yang khas dengan samal terong muda yang pedas.  Tetapi pada akhirnya Om TP dan Om Zam berhasil juga menyantap hidangan tersebut pada pagi harinya setelah dibungkusin dan dibawa ke Hotel. </p>
<p>Kami tertidur dengan pulas malam itu.<br />
<span id="more-756"></span><br />
Sehabis subuh, ketika hari sudah mulai terang,  Om TP dan Om Awank  berkesempatan kembali keliling Ampenan. Om TP berniat membeli  sikat gigi yang entah raib di mana, dan  Om Awang ternyata berniat mencari kangkung khas Lombok.  Entah buah siapa tuh kangkung, biarlah Om Awank sendiri yang tahu.</p>
<p>Setelah berputar-putar dan mencari di beberapa tempat, yang ternyata pada kira-kira jam 6 pagi  di beberapa  pasar  masih kosong dan  nampak beberapa pedangan sedang mempersiapkan jualalannya. Akhirnya kami menemukan sebuah Pasar yang cukup besar yang lebih ramai, mungkin ini Pasar Ampenan karena terletak di jalan utama Ampenan-Mataram.  Ada kejadian lucu ketika Om Awank dengan PEDE nya menanyakan harga kangkung tersebut.  Dengan malu-malu dia bertanya kepada seorang ibu penjual sayur </p>
<p>“  Bu, berapa harga kangkungnya ? ”</p>
<p>Si Ibu yang ditanya  malah bingung.  Rupanya yang Om Awank tunjuk itu bukan kangkung  tapi  sawi dan si Ibu itu tidak menjual kangkung.  Entah karena masih ngantuk, atau memang tidak tahu bentuk kangkung  Om Awank  tersipu malu  dan kemudian pindah ke tempat penjual lain yang ditunjukkan oleh si Ibu. </p>
<p>Singkat cerita, dengan wajah ceria akhirnya kami membawa beberapa ikat kangkung khas Lombok itu ke Hotel  dan segera mengemasnya untuk kemudian dikirim melalui paket ke Jakarta. </p>
<p>Setelah sarapan pagi di Hotel, kami pun segera berkemas untuk segera kembali menuju arah Barat dengan tujuan akhir Pelabuhan Lembar.  Rencana untuk menginap dua hari di Lombok berubah dengan maksud agar bisa mempunyai banyak waktu di Bali.  </p>
<p>Kira-kira jam 9, kami pun keluar dari Hotel dan kembali menyusuri jalanan Ampenan menuju kota pusat kota Mataram untuk sekedar membeli oleh-oleh.  Jalanan yang mendatar dan cukup lebar  sangat cocok untuk melihat-lihat  suasana pagi menjelang siang.  Kami sempat berfoto-foto di depan  kantor Gubernur, dan tak lupa mampir ke TIKI JNE untuk mengirimkan paket kangkung ke Jakarta. </p>
<p>Melewati pusat kota Mataram kami terus melanjutkan perjalan ke daerah Cakranegara untuk mencari  oleh-oleh khas Lombok.  Jalanan mulai terasa panas, kami berputar-putar di sekitar Pasar  Cakranegara dan malah sempat  salah informasi ketika kami menanyakan  pusat oleh-oleh sehingga kami harus memutar balik dari Terminal Bis Sweta kembali ke arah Cakranegara. Akhirnya kami berhasil menemukan dua toko yang menjual baju-baju dan kerajinan khas Lombok.  </p>
<p>Cukup lama kami berada di pasar ini, masing-masing sudah memilih oleh-oleh sebagi bukti telah sampai di Lombok.  Waktu telah menunjukkan kira-kira pukul  12 siang, cuaca semakin panas.  Om Pri  segera mengajak kami semua untuk segera menuju Pelabuhan Lembar, karena  menurut informasi  temannya  sudah dibookingin Bus di Pelabuhan dengan rencana jam 2 akan berangkat.  Jarak dari Cakranegara ke Pelabuhan sekitar 25Km dengan kontur jalan yang lurus dan mendatar. </p>
<p>Kami pun segera memacu  laju sepeda kami dengan sisa tenaga Nasi Goreng yang disediakan di Hotel. Sempat berencana untuk makan siang kira-kira 3Km lagi menuju Pelabuhan, tapi akhirnya kami SKIP karena waktu sudah menunjukkan 20 menit kurang dari jam 14.  Begitu kami tiba di Pelabuhan, benar saja awak bis  yang akan mengantar kami menuju Bali sudah menunggu. Segera kami packing sepeda kami untuk masuk bagasi bis. Mungkin merupakan pemandangan yang jarang terjadi bagi orang-orang di sana, melihat bagaimana  sepeda bisa dilipat-lipat menjadi lebih kecil. Beberapa ada yang bertanya ttg  berapa harganya? Dan bertanya kami mulai perjalanan dari mana? Dan pertanyaan lainya yang kami jawan satu persatu. </p>
<p>Rupanya  kami masih harus menunggu lebih dari 1 jam  karena Kapal Ferry belum datang. Sambil menunggu beberapa dari kami menyempatkan diri untuk mencari sesuap nasi di warung sekitar Pelabuhan, dan membeli air dan cemilan untuk bekal perjalanan 4 jam di Kapal. </p>
<p>Kira-kira jam 16 setelah proses bongkar muat selesai, kapal pun segera bergerak dari Pelabuhan Lembar. Om Pri dan Om Heru segera mencari posisi untuk tidur dengan menyewa matras dan segera keduanya terlelap.  Yang lainnya memilih duduk di dek Kapal  memandang laut lepas. </p>
<p>Perairan laut antara Bali dan Lombok terkenal banyak lumba-lumba, kami terus menunggu kehadirannya yang tidak bisa kami lihat pada saat  dari Bali menuju Lombok karena waktu itu kapal berangkat tengah malam.  Kira-kira 2 Jam perjalanan mulailah ramai orang berteriak “  lumba-lumba!!!” . Segera kami beranjak ke pinggiran kapal dan memang tampak sekelompok lumba-lumba melintas berkelompok. Pemandangan yang cuma berlangsung dalam hitungan menit itu lumayan sedikit menghibur kebosanan di Kapal.  Om Pri dan Om Heru yang tertidur pulas tidak bisa menikmati adegan lumba-lumba yang melompat dan melintas.</p>
<p>Kira-kira  menjelang jam 21 kapal  akhirnya bersandar di Pelabuhan Padai Bai.  Bis yang kami naiki segera melanjutkan perjalan ke Denpasar.  Ada kejadian lucu  begitu keluar dari kapal. Kondektur bis segera berjibaku  menghitung berapa jumlah penumpang.  Rupanya akan ada pemerikasaan menjelang pintu keluar Pelabuhan. Ada dua pemeriksaan, yaitu pemeriksaan KTP  dan pemeriksaan oleh Agen Bis.  Mungkin untuk mengurangi jumlah penumpang sebelum pemeriksaan  Om Pri dan Om Zam yang kebetulan duduk di kursi paling belakang disuruh oleh kondektur bis untuk bersembunyi di bagian belakang bis. Dan dengan trik lainnya  kondektur bis menyuruh  penumpang yang tidak mempunyai KTP untuk bersembunyi di dalam toilet. </p>
<p>Pemeriksaan yang dilakukan oleh Polisi ini kabarnya untuk mencegah dan mengurangi TKI  ilegal  dari Lombok. Beberapa  anak muda  disuruh Polisi untuk turun dan dilakukan pemeriksaan lanjutan di Pos Polisi. Entah karena memang KTP nya bermasalah, atau Polisi sudah biasa dan mencium gelagat dan strategi agen TKI ilegal yang akan menyeberang ke Bali.  Lumayan lama kami menunggu anak-anak muda tersebut kembali naik bis,  dan menurut kondektur bis anak-anak muda tadi harus membayar masing-masing 100 ribu agar dapat kembali melanjutkan perjalanan. Entah untuk apa uang 100 ribu tersebut? </p>
<p>Akhirnya Bis kembali melaju menuju Denpasar,  melewati jalanan yang kemarin kami lalui . Kami bisa kembali mengingat bagaimana kami melewati jalanan ini menjelang tengah malam, dikejar anjing dan beberapa kejadian lainnya. Rupanya bis tidak melewati jalur yang kami lewati menjelang Gianyar berbelok melalui jalur ByPass menuju Denpasar.  Jalanan yang lebar tetapi banyak di beberapa tempat rusak dan berlobang yang membuat kami was-was nasib sepeda kami di bagasi. </p>
<p>Karena bis yang kami naiki tujuan akhirnya adalah Terminal Ubung yang berada sekitar daerah perbatasan luar kota, maka kami turun di di ByPass  Ngurah Rai. Setelah packing dan menyetel sepeda kami masing-masing kami melanjutkan perjalanan ke Kuta dengan jarak kurang lebih 25Km. Jalanan ByPass yang lebar dan sedikit bergelombang membuat  kami kembali terbagi ke dalam beberapa kelompok.  Di pertigaan menuju Sanur – Arah Kota Denpasar kami re-grouping.  </p>
<p>Memasuki kota Denpasar, sekitar daerah Renon  kami sempat menikmati BikeLane yang cukup lebar. Tetapi karena waktu sudah menunjukkan jam 22 dengan jalanan yang kosong BikeLane menjadi tak berarti. Entah kalau siang hari apakah BikeLane ini cukup efektif dan banyak yang menggunakannya. </p>
<p>Rasa lapar terus menggoda dan dijadikan alasan untuk berhenti, sementara waktu terus bergerak  menuju angka 24. Kurang lebih 5km lagi menuju Kuta  ditemani langit yang mulai gelap seperti hujan akan segera turun, kami singgah di sebuah warung  tenda pinggir jalan sekitar Teuku Umar atau Imam Bonjol.  Benar saja begitu kami selesai menyantap Soto, Nasi Goreng dan Teh Manis, hujan turun dengan sangat deras.  Warung yg juga berada di halaman komplek ruko-ruko itu akhirnya menjadi tempat kami beristirahat menunggu hujan sedikit reda. </p>
<p>Kurang lebih 1 jam  berikutnya kami meneruskan perjalanan di temani gerimis dan jalanan yang basah. Bayangan kasur yang empuk dan kamar mandi  dengan air hangat sudah di pelupuk mata.  Memasuki  kawasan kuta yang tak ternah tidur, kami berusaha mencari penginapan, losmen. Dari mulai Poppies I, II dan beberapa jalan dan gang kecil kami masuki dan  kami baru sadar waktu sudah menunjukkan jam 2 pagi. Banyak penginapan yang sudah memasang tulisan “ No ROOM atau FULL “  Atau penjaganya sudah tertidur.  Rasa ngantuk  dan cape mulai membuat kami memutuskan untuk mencari alternatif lain; Dan pilihannya  adalah tidur di Pantai Kuta. </p>
<p>Suasana Pantai Kuta  sehabis diguyur hujan masih sedikit ramai, terlihat beberapa orang masih berjalan menyusuri pantai atau hanya duduk berpasangan di pasirnya. Di sebuah Pos di samping WC umum akhirnya menjadi pilihan yang tepat untuk beristirahat. Bahkan beberapa dari kami sempat mandi dan membersihkan diri, tetapi ada juga yang langsung tertidur di pelataran pos tersebut dan di atas pasir.  Gerimis yang kembali turun, dan ganguan nyamuk membuat  yang memilih tidur di pantai harus pindah mencari area yang tidak terkena kucuran air hujan. </p>
<p>Waktu terasa berjalan begitu cepat, tiba-tiba saja pagi sudah menjelang. Petugas WC umum baru saja datang dan dengan halus mengusir kami pergi. Para pedangan pinggiran Pantai Kuta sudah mulai berdatangan dan menyiapkan dagangannya.  Begitu dagangannya telah siap kami memesan Kopi dan Teh Manis dan kue-kue untuk sarapan. </p>
<p>Tak terasa sudah seminggu kami meninggalkan rumah,  kembali kami berdiskusi untuk persiapan pulang. Rencana untuk tinggal lebih lama di Bali akhirnya batal, kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta  sore dengan menggunakan Pesawat.  Setelah sarapan selesai, perjalanan dilanjutkan ke arah Kuta Square untuk mencari oleh-oleh. Setelah itu perburuan oleh-oleh berlanjut ke sekitar kawasan  jalan Raya KUTA dan sekitar JOGER. Om TP dan Om Zam berpisah untuk kembali ke Denpasar sedangkan yang lainnya mengarah ke Bandara. </p>
<p>Hari mulai siang, setelah Om TP dan Om Zam kembali dari Denpasar, kami akhirnya bertemu kembali di pintu gerbang  Bandara.  Bayangan untuk segera pulang dengan pesawatpun akhirnya pupus setelah kami mencoba mencari tiket di berbagai loket penerbangan. Harga tiket  yang tiba-tiba melonjak membuat kami berpikir untuk mencari alternatif lain kembali ke Jakarta.  Memang sebelum melakukan perjalanan ini kami sudah menghitung perkiraan harga tiket  tetapi ternyata dalam kenyataan nya meleset, akhirnya kami memutuskan untuk mencari Bis menuju Surabaya. </p>
<p>Ada dua pilihan bis sebetulnya yaitu, Naik  DAMRI dengan tiket terusan sampai ke Surabaya atau naik bis umum menuju Surabaya.  Menurut saudaranya Om Pri yang kebetulan kembali bertemu untuk mengantarkan tas dan barang bawaan yang kami titipkan sebelumnya, DAMRI berangkat jam 16:00 dari Denpasar  untuk kemudian naik kereta  dari Ketapang sampai Surabaya.  Kami pun bergegas segera menuju Denpasar karena kami harus datang langsung ke kantor DAMRI untuk membeli tiketnya.  Sementara waktu yang tersisa kurang lebih 40 menit dan jarak dari  sekitar Bandara menuju Denpasar kurang lebih 20km.  Dan sialnya jalanan macet sekali, entah ada apa, kami harus pintar-pintar memilih jalan agar cepat sampai ke Denpasar.  Dan ternyata alamat kantor DAMRI pun agak susah untuk ditemukan, entah karena kami begitu tergesa-gesa sehingga tidak melihatnya atau karena hal lain kami tidak tahu.  Setelah coba kami telepon  orang di seberang sana mengabarkan bahwa bis sudah berangkat dan keberangkatan berikutnya adalah esok hari jam 5 pagi. </p>
<p>Hmmm rencana pertama gagal, bayangan rumah, kasur empuk mulai menjauh.  Pilihan kedua kami ambil akhirnya dengan harapan masih ada bis dari Terminal Ubung menuju Surabaya.  Badan yang  sangat cape membuat kami melambat menempuh kurang lebih 10km menuju Terminal Ubung.  Syukurnya masih ada bis yang akan berangkat jam 18 menuju Surabaya. Segera kami berhitung  lama perjalanan Denpasar-Surabaya untuk menghitung kemungkinan agar sampai di Surabaya sebelum jam 7 untuk kemudian naik kereta pagi ke Jakarta.  Jika semua sesuai rencana, diperkirakan bis akan sampai di Terminal Surabaya jam 6 pagi, dan jarak dari Terminal ke Pasar Turi kurang lebih 10km, rasanya akan cukup  dengan harapan masih ada tiket tersedia. </p>
<p>Sambil menunggu keberangkatan bis, kami makan yang entah makan siang atau makan malam. Tepat jam 18 bis pun keluar dari Terminal Ubung. Melewati Tabanan kami kembali teringat perjalanan melahap tanjakan demi tanjakan  sekitar Tabanan. Bis yang sangat nyaman, disertai bantal dan selimut  dengan hanya kami berenam + 1 orang lainnya membuat kami bebas memilih tempat duduk dan beberapa dari kami segera tertidur.  Di beberapa tempat bis berhenti untuk menaikkan penumpang tapi hanya 2 atau tiga orang saja. </p>
<p>Kurang lebih jam 21, bis yang kami naiki sudah berada di dalam Fery yang akan membawa kami menyeberang selat Bali menuju Ketapang.  Sementara yang lain tertidur pulas di dalam Bis, Om Tp, Om Dody dan Om Pri turun dari bis dan naik ke geladak Fery. Om Pri malah sempat merasakan pijitan tukang pijit di dalam Fery.  </p>
<p>Kemudian setelah bis keluar dari Fery, perjalanan dilanjutkan dari Ketapang menuju Surabaya melewati Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo persis melewati semua jalanan yang kami lewati  beberapa hari sebelumnya.  Karena perjalanan hampir tengah malam didukung dengan jalanan yang kosong, supir bis memacu kendarannya dengan selalu mengambil jalan di kanan, di beberapa tempat malah sempat terjadi kecelakaan. Malah menjelang  kota Situbondo setelah keluar dari kawasan baluran kaca depan bis dilempar batu oleh orang sehingga membuat kaca depan hampir berlubang, pecahannya sampai terasa di dalam bis.  Bis kemudian berhenti di Situbondo untuk istirahat makan.  Sungguh kami beruntung memilih bis ini. Bis yang kosong, cepat pula, dikasih makan dan snack dengan membayar 110 ribu membawa kami menuju Surabaya. </p>
<p>Menjelang jam 6 pagi, kami sampai di terminal bis  di daerah Waru yang berada tidak jauh  di tempat ban belakang Om Ridwan meledak.  Segera sepeda-sepeda kami keluarkan dari bagasi dan packing kembali bawaan kami  dan segera menuju Pasar Turi.  Rupanya  surabaya habis diguyur hujan, terlihat jalanan yang basah dan genangan air  di beberapa tempat.  </p>
<p>Begitu kami tiba di Stasiun Pasar Turi, kami langsung membeli tiket kereta api. Setelah tiket kami pegang, bayangan Jakarta, rumah kembali mendekat.  Di sebuah warung di pinggir Stasiun kami sarapan dan mandi.  Dan kemudian setelah itu kembali melipat sepeda kami untuk masuk ke dalam stasiun. </p>
<p>Tepat jam 8  kereta mulai bergerak dari Pasar Turi.  Karena kereta yang kami naikin kali ini adalah kereta eksekutif , dengan sedikit kenyamanannya membuat kami dapat beristirahat menebus hutang tidur selama perjalanan kami. </p>
<p>Di dalam kereta kami sempat kembali melihat foto-foto perjalanan kami selama seminggu yang penuh tawa, canda, perbedaan pendapat, kelelahan dan segala macam perasaan  yang mudah-mudahan membuat kami menjadi lebih tahu karakter masing-masing  dan membuat kami menjadi  lebih akrab satu sama lain. </p>
<p>Bukan rahasia umum kalau kereta api selalu terlambat, begitu pula kereta ini . Yang seharusnya sudah sampai di stasiun jatinegara pukul 18, hampir pukul 20  baru sampai dan berhenti di jatinegara. </p>
<p>Om pri dan Om Heru berpisah untuk menuju Rawamangun, yang lain kembali mengayuh sepeda  menuju rumah masing-masing. </p>
<p>Dan JARAMBAH pun selesai. </p>
<p>Banyak yang bisa kami petik dalam perjalanan ini, setidaknya bukan perjalanan yang sia-sia  dan bukan untuk membanggakan diri telah melakukan perjalan jauh dengan sepeda. Tapi lebih kepada mengukur kemampuan kami masing-masing, bagaimana mengelola ego masing-masing, dan bagaimana menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing.</p>
<p>Ucapan banyak terimakasih kami ucapkan  untuk :<br />
•	Keluarga; anak istri , calon istri   tercinta di rumah<br />
•	Temen – temen ROGAD  yang memberikan support selama perjalanan<br />
•	Om Akung yang sdh menawarkan tempat menginap di Pasuruan walau dengan menyesal kami tidak bisa memanfaatkannya<br />
•	Om Heru untuk kaos Gratisnya<br />
•	Sepeda kami<br />
•	Temen dan Saudara Om Pri di Bali dan Lombok<br />
•	Dan semua pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu. </p>
<p>Lama perjalanan    : 17 Nop &#8211; 25 Nopember<br />
Total Perjalanan    : kurang lebih 720km</p>
<p>Tambahan perkiraan biaya perjalanan. ( di luar biaya pribadi )</p>
<p>Tiket Kereta api Bisnis JKT- Surabaya		:  180 Ribu<br />
Saweran makan, cemilan/hari, Fery  @ 50 ribu	:  300 Ribu<br />
Saweran Hotel  3 X @50 ribu				:  150 Ribu<br />
Ongkos Bis Mataram- Denpasar			:  100 Ribu<br />
Ongkos Bis Denpasar &#8211; Surabaya 			:  110 Ribu<br />
Tiket Kereta Api  Eksekutif Surabaya-JKT		:   260 Ribu </p>
<p>TOTAL 					        	: 1, 1 Juta </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/756/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=756&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/12/03/jarambah-edisi-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jarambah &#8211; Edisi Cerita dibalik gambar</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/12/01/jarambah-edisi-cerita-dibalik-gambar/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/12/01/jarambah-edisi-cerita-dibalik-gambar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 03:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[KOMIK ala ROGAD'S]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[turing]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[bikepacker]]></category>
		<category><![CDATA[lombok]]></category>
		<category><![CDATA[rogads]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[touring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sebetulnya cerita-cerita yang tentu saja tak akan habis diceritakan kembali, dan mungkin hanya kami yang langsung mengalaminya akan mentertawakan diri sendiri atau mentertawakan orang lain dengan cara masing-masing. Untuk menikmati cerita dibalik gambar -gambar di bawah ini, kami persilahkan menerka-nerka sendiri atau jika berani bertanya kepada yang bersangkutan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=745&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sebetulnya cerita-cerita yang tentu saja tak akan habis diceritakan kembali, dan mungkin hanya kami yang langsung mengalaminya akan mentertawakan diri sendiri atau mentertawakan orang lain dengan cara masing-masing. </p>
<p>Untuk menikmati cerita dibalik gambar -gambar di bawah ini, kami persilahkan menerka-nerka sendiri atau jika berani bertanya kepada yang bersangkutan. </p>
<p><span id="more-745"></span></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/arwan.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/arwan.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="arwan" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-746" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/botak.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/botak.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="botak" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-747" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/dodi.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/dodi.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="dodi" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-748" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/heru.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/heru.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="heru" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-749" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/pri.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/pri.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="pri" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-750" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/tp.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/tp.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="tp" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-751" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/zam.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/zam.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="zam" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-752" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=745&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/12/01/jarambah-edisi-cerita-dibalik-gambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/arwan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arwan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/botak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">botak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/dodi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dodi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/heru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">heru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/pri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/tp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/12/zam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JARAMBAH &#8211; Edisi Perjalanan Pergi</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/11/30/jarambah-edisi-perjalanan-pergi/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/11/30/jarambah-edisi-perjalanan-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 09:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denmpoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[rogads]]></category>
		<category><![CDATA[turing]]></category>
		<category><![CDATA[b2w]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jarambah]]></category>
		<category><![CDATA[lombok]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[JARAMBAH Kisah dibalik JARAMBAH Awalnya sekitar  medio Agustus – September, meneruskan pembicaraan untuk kembali mengadakan Turing. Mulailah berkelebat ide-ide tujuan dan mencari-cari waktu yang ideal  yg sekiranya cukup untuk melakukan sebuah perjalanan jauh. Pada awalnya tujuan pertama adalah Jogja-Surabaya, untuk meneruskan Turing Duo ROGAD  Om Heru &#38; Om Ogut  Jakarta-Jogja. Kemudian melebar kenapa tidak  Jogja-Surabaya-Bali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=732&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JARAMBAH </strong></p>
<p><strong>Kisah dibalik JARAMBAH</strong></p>
<p>Awalnya sekitar  medio Agustus – September, meneruskan pembicaraan untuk kembali mengadakan Turing. Mulailah berkelebat ide-ide tujuan dan mencari-cari waktu yang ideal  yg sekiranya cukup untuk melakukan sebuah perjalanan jauh.</p>
<p>Pada awalnya tujuan pertama adalah Jogja-Surabaya, untuk meneruskan Turing Duo ROGAD  Om Heru &amp; Om Ogut  Jakarta-Jogja. Kemudian melebar kenapa tidak  Jogja-Surabaya-Bali sekalian?  Setelah beberapa lama mengendap, sekitar bulan puasa  akhirnya diputuskan  Turing kali ini  adalah Surabaya-Bali-Lombok dengan asumsi waktu perjalanan 1 Minggu.</p>
<p>Mulailah dilakukan persiapan dari mulai rute mana yang akan dipilih, berapa jarak tempuh per hari dan tempat beristirahat, berapa orang kira-kira peserta, dan hal lainnya yang kita diskusikan bersama.</p>
<p>JARAMBAH sendiri berasal dari bahasa sunda yang arti harfiah nya : Orang yang suka  main jauh, ke tempat-tempat yang baru, dan terkadang konotasinya Bandel/ Negatif, biasanya diberikan kepada anak-anak kecil yang suka maen ke tempat yang jauh dan nggak bilang-bilang sama orang tuanya.</p>
<p>Nah begitulah kami ! JARAMBAH.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/11/master-final_sablon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-739" title="master final_sablon" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/11/master-final_sablon.jpg?w=470&#038;h=332" alt="" width="470" height="332" /></a></p>
<p><span id="more-732"></span><br />
Menjelang hari keberangkatan  yaitu 17 Nopember 2010, peserta yang ikut ada 7 (tujuh) orang yaitu : Om Pri, Om Heru, Om Zamani, Om Dodi, Om Awang, Om Ridwan dan Om TP.</p>
<p>Tentunya ada banyak cerita yang terjadi  sebelum keberangkatan, perubahan jadwal, perubahan formasi, persiapan sepeda dll yang biarlah menjadi cerita yang tak terungkap.</p>
<p><strong>Hari Pertama, Rabu  17 Nopember 2010</strong></p>
<p>Meeting Point : Cililitan  sekitar jam 15:00</p>
<p>Sekitar jam 14:30, semua sudah pada berkumpul, kecuali OM Pri, Om Heru dan Om Awank, ternyata jari-jari sepeda  Om Heru  patah di sekitar PAL, akhirnya setelah diganti di bengkel  kemudian diangkut oleh mobil yang akan membawa kita semua ke Stasiun Senen.</p>
<p>Tak diduga ternyata ada beberapa ROGAD’ers yang akan mengantar kami menuju  Stasiun Senen , ada Nte Jati, Om Iyunk, Om Fandri, Om Irsan, Om Ogut dan Om Novik.  Dengan sepedanya mereka  mengantar kami  menuju Jatinegara, sementara sepeda kami diangkut mobil bak dan kami sendiri naik taksi.</p>
<p>Setibanya di Stasiun Senen , kami segera packing sepeda untuk mempermudah penempatan di dalam gerbong, dan membeli makanan dan minuman untuk bekal perjalanan selama  hampir 12 Jam di Kereta Api.</p>
<p>Karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, kereta yang kami tumpangi tidak terlalu penuh, tapi  walau begitu  kami agak kerepotan untuk mencari tempat untuk menyimpan 7(tujuh) sepeda kami.  Akhirnya  3 (tiga) sepeda kami dengan terpaksa  mengambil dua kursi untuk penumpang, dan kami pun lebih memilih  untuk lesehan di gerbong dan di bordess.</p>
<p>Jam 6 lebih beberapa menit akhirnya kereta mulai bergerak menuju timur, jika sesuai dengan jadwal harusnya kereta sampai di Pasar Turi jam 6 pagi esok hari.  12 jam di kereta api kami manfaatkan untuk kembali membahas rute perjalanan dan berbagai kemungkinan yang akan dihadapai selama perjalanan dan sisanya dipergunakan untuk beristirahat  mencuri waktu sekedar memejamkan mata.</p>
<p>Rupanya bukan menjadi rahasia umum lagi kalau kereta selalu terlambat,  hampir jam 8 pagi akhirnya kami sampai di Stasiun Pasar Turi.</p>
<p><strong>Hari kedua, kamis   18 Nopember 2010</strong></p>
<p>Udara Surabaya yang mulai panas membuat badan kita lebih lengket setelah hampir setengah hari di dalam kereta. Kamipun mulai berkemas, bergantian mandi dan mempersiapkan sepeda dan barang-barang bawaan kami.</p>
<p>Tepat jam 9 pagi, kami mulai bergerak  menuju arah Sidoarjo dengan rencana tujuan akhir di  daerah  PAITON atau BESUKI kira-kira 150km dari Pasar Turi melewati  Porong, Gempol, Bangil, Pasuruan, Probolinggo.</p>
<p>Dari arah Pasar Turi kami menyusuri jalanan dalam kota  sambil mencari warung untuk  sarapan.  Yap  sarapan pagi ini adalah makanan khas Jawa Timuran  Nasi Rawon + Telor Ceplok dan segelas Teh Manis.</p>
<p>Perjalananpun kemudian dilanjutkan melewati Wonokromo dan terus ke arah selatan melewati Jl  Ahmad Yani.  Kira-kira  30 menit  perjalanan sekitar daerah Waru tiba-tiba  terdengar suara ledakan yang cukup keras tepat di depan bengkel motor ! Kami yang di belakang mengira ledakan berasal dari bengkel tersebut, e a dalah ternyata suara itu berasal dari Ban Om Ridwan yang  meledak, setelah di cek ternyata ban luarnya pun sobek.  Untunglah Om Heru membawa  ban luar cadangan, sehingga kamipun bisa melanjutkan perjalanan setelah mengganti ban dalam dan luar.</p>
<p>Jalanan yang kami lalui  cenderung lurus dan mendatar,  tetapi karena jalan yang kami lalui adalah  jalan propinsi sehingga suasana jalanan ramai dan mulai dipenuhi oleh bus dan truk dan angkutan umum. Kami harus lebih berhati-hati dan terkadang kami harus memilih badan jalan atau bahkan jalan tanah karena tak sedikit bus dan truk yang tidak mau berbagi jalan.</p>
<p>Udara mulai terasa menyengat, panasnya aspal dan terik matahari akan menjadi teman kami sepanjang hari ini. Melewati kota sidoarjo, kami mencoba mencari toko/bengkel sepeda untuk membeli ban luar untuk berjaga-jaga jika terjadi kejadian seperti sebelumnya.</p>
<p>Ke arah selatan terus dari kota sidoarjo, kami melewati Candi, Tangulangin dan akhirnya kami tiba di daerah Porong. Di sebelah kiri kami nampak gunungan pasir hampir setinggi 5 meter  sepanjang kurang lebih 3km, di beberapa tempat nampak ada tulisan alakadarnya bertuliskan “ <strong>Pintu Masuk Wisata Lumpur </strong>“ . Orang-orang Indonesia ini memang sangat kreatif, bahkan sebuah bencana pun  bisa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan.</p>
<p>Selain udara panas yang menyengat, debu pasir yang berterbangan, dan asap knalpot dari Bus, Truk dan Trailler  sangat menyesakkan. Kami harus memilih melewati jalan tanah atau berjibaku di antara kendaraan besar lainnya dengan lebar yang sangat pas untuk sepeda atau bahkan melawan arus. Semua pilihan itu mengundang resiko tersendiri. Jika berjalan di jalan tanah yang berbatu resikonya ban kami bisa bocor karena beban ban cukup berat, jika berjalan diantara Truk dan Bus resikonya adalah terserempet atau terjepit badan bis/truk, dan jika melawan arus  ya  resikonya ,,,,,,,,, tahu sendirilah</p>
<p>Jarak yang tidak terlalu jauh melewati daerah  Porong cukup menguras tenaga.  Setelah melewati Porong di pertigaan Gempol kami berbelok ke kiri menuju kota Pasuruan.  Tak terasa waktu telah menunjukkan tengah hari, udara semakin panas dan menyengat.</p>
<p>Di penunjuk jalan masih sekitar 24km menuju kota Pasuruan, kurang-lebih 1 jam ke depan  kami ditunggu oleh adiknya Om Heru untuk makan siang makanan khas Pasuruan.  Ternyata  kami harus menempuh lebih dari 24km untuk sampai di tempat kami beristirahat. Kurang lebih pukul 14:00 akhirnya kami tiba di sekitar Rejoso, tempat adiknya Om Heru berkantor.  Kamipun berhenti sebentar untuk kemudian kembali ke arah kota Pasuruan untuk bersantap siang  NASI PUNEL, makanan khas Pasuruan.</p>
<p>Pasuruan yang berjuluk  Kota Santri hari itu nampak sepi, toko-toko hampir sebagian besar tutup, mungkin masih dalam suasana hari raya Idul Adha. Setelah berputar-putar di dalam kota, akhirnya kamipun menemukan sebuah warung NASI PUNEL yang buka.  Nasi Punel selain berisi nasi jg  dilengkapi dengan  sate kerang, suwiran daging dan kulit, parutan kelapa kering, kerupuk dan tak lupa sambel yang berisi potongan kacang panjang yang sangat pedes.  Seporsi Nasi Punel dan minuman cukup membuat perut kami penuh dan terasa enggan beranjak dari tempat duduk. Kami pun segera kembail ke kantor adiknya Om Heru untuk melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam 16:00, kami mulai pesimis bisa mencapai tujuan semula yaitu daerah Paiton/Besuki yang menurut peta masih kurang lebih 80km dari tempat kami beristirahat.  Kami pun sepakat untuk tidak memaksakan diri, mengingat ini hari pertama perjalanan kami dan kami kurang istirahat selama di kereta api.</p>
<p>Menjelang sore cuaca mulai sedikit ramah, tetapi ternyata jalanan semakin ramai oleh kendaraan besar. Kami segera menyalakan lampu-lampu sebagai penanda bahwa kami ada di jalanan, sedikit berguna walau tak jarang kami harus turun ke badan jalan untuk menghindar.</p>
<p>Jalanan masih  cenderung mendatar dan lurus dan cukup mulus, sehingga kami bisa sedikit memacu laju sepeda di kecepatan 20-25Kpj. Kami masih berharap dapat mencapai PAITON/Besuki tidak telalu malam.</p>
<p>Halangan kembali muncul, tiba-tiba Hub Depan sepeda Orange OM Awank terlilit besi sepanjang 20cm yang melingkari Hub barunya yang membuat sepedanya terhenti. Dengan wajah memelas memandangi Hub baru nya tergores, mungkin kalo tidak ada kami dia akan menangis.</p>
<p>Menjelang  Maghrib kami tiba di gerbang “ Selamat Datang di Probolinggo “ kamipun  beristirahat sejenak.</p>
<p>Ternyata  melakukan Night Ride di jalanan Jakarta masih terasa nyaman dibandingkan Night Ride di jalur PANTURA.  Kendaraan dengan kecepatan tinggi membuat kami beberapa kali harus meminggirkan sepeda ke jalan tanah.  Dengan perbedaan badan jalan dan tanah cukup tinggi menyulitkan kami untuk kembali ke jalan bahkan di suatu tempat OM Awank sempat terkapar karena memaksakan diri pindah dari jalan tanah ke badan jalan.</p>
<p>Rupanya beberapa  ROGAD di Jakarta tetap memantau kami lewat Social Media ( FB, Twitter dll) sehingga mereka tahu posisi kami di mana. Om Akung  menawarkan untuk menginap di rumah saudaranya sekitar Kraksaan, kami segera buka peta perjalanan, untuk mencapai Kraksaan kurang lebih 35km dari  tempat kami beristirahat.  Setelah berdiskusi dan mengingat kondisi sebagian dari kami sudah sedikit melemah kami pun akhirnya memutuskan untuk melewatkan tawaran menggiurkan dari Om Akung. Kami akhirnya memutuskan untuk mencari penginapan di kota Probolinggo yang tingal 3km dari tempat kami berhenti.</p>
<p>Setelah berputar-putar kamipun menemukan Hotel yang lumayan bersih untuk sekedar melepas penat untuk melanjutkan perjalanan esok hari.  Total perjalanan hari pertama 110km, kamipun segera bermimpi.</p>
<p><strong>Hari ketiga, Jum’at 19 Nopember 2010</strong></p>
<p>Karena  rencana perjalanan hari kemarin berubah, jika mengikuti rencana semula kami harus menempuh lebih dari 180km  untuk mencapai pelabuhan ketapang melewati Paiton-Besuki-Situbondo-Bajulmati dan Ketapang.</p>
<p>Kira-kira jam 9  setelah kami sarapan di Hotel dan kembali mempersiapkan sepeda dan bawaan  kami segera beranjak menuju luar kota Probolinggo.  Seperti hari sebelumnya cuaca sudah mulai terasa panas  dengan kondisi jalan yang lurus  dan masih mendatar.</p>
<p>Kurang lebih 25km dari Hotel akhirnya kami tiba di daerah Kraksaan, tempat yang ditawarkan OM Akung untuk  bermalam. Kami segera mencari  Minimarket untuk menambah perbekalan selama perjalanan dan NGADEM di ruangan ber AC.</p>
<p>Rasanya cukup membosankan melewati jalanan yang lurus dan datar, dan udara panas sangat menguras tenaga. Beberapa dari kami mencoba memacu laju sepeda untuk menyemangati yang lainnya atau ini dinamakan trik  untuk bisa beristirahat lebih lama.  Dan angin yang keras datang dari arah depan cukup membuat kami harus lebih memacu laju sepeda.</p>
<p>Menjelang Paiton, kira-kira 55km dari Hotel tempat kami menginap, kami mencari mesjid untuk melaksanakan Shalat Jum’at. Waktu masih menunjukkan pukul 11 lebih beberapa menit.  Beberapa dari kami mandi untuk membersihkan diri dan beristirahat menunggu Shalat dimulai.  Dari kejahuan terlihat cerobong asap PLTU Paiton yang menjulang berwarna-warni.  Kami sedikit  menyesal tidak bisa menikmatinya di waktu malam, pasti lebih indah dengan kerlap-kerlip lampunya.</p>
<p>Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13 siang, cacing di perut mulai berontak minta diberi makan.  Kamipun mencari warung nasi untuk menambah tenaga karena menuju PAITON jalanan mulai menanjak memutari bukit sepanjang PLTU.</p>
<p>Pantai utara sudah mulai terlihat, cerobong asap mulai mendekat, kami harus melahap jalanan menanjak dengan perut yang penuh.  5km dari tempat kami  makan sampailah kami di gerbang PAITON, kami menyempatkan diri untuk ber-Narsis ria dengan pemandangan laut lepas dan latar belakang PLTU.</p>
<p>Area PLTU ini sangat luas memanjang  di kiri dan kanan jalan dengan jalanan yang naik turun , kamipun sampai di gerbang “ Selamat Datang di Situbondo “  Tetapi jangan salah itu bukan berarti kami sudah dekat dengan kota Situbondo , itu hanya perbatasan kota Probolingo dan Situbondo. Kota Situbondo masih sekitar 35km ke depan.</p>
<p>Tidak berapa jauh dari Paiton kami memasuki daerah Besuki dan kemudian Pantai Pasir Putih Situbondo, tetapi kami tidak menemukan atau melihat pantai yang berpasir putih?  Kontur jalanan masih berkelok kelok dengan sedikit turunan dan tanjakan.</p>
<p>Perlahan dan setelah beberapakali re-grouping menjelang maghrib kami memasuki Kota Situbondo. Situbondo lebih ramai bila dibandingkan dengan Probolinggo. Di alun-alun Situbondo kami berhenti untuk beristirahat  dan makan malam dan menambah perbekalan karena  ke depannya kami akan melewati Hutan Baluran sepanjang kurang-lebih 20km.</p>
<p>Cukup lama kami beristirahat di alun-alun kota Situbondo, kami membuka kembali peta rencana perjalanan, masih kurang lebih 80km untuk mencapai Pelabuhan Ketapang dengan kontur jalan yang  cenderung menanjak di sekitar kawasan Taman Nasional Baluran.  Setelah berdiskusi  apakah kami stop di Situbondo  dengan resiko perjalanan akan mundur 1 hari atau kami meneruskan perjalanan menuju arah ketapang dengan mencari tempat menginap sekitar Asembagus atau Banyuputih.</p>
<p>Karena waktu sudah menunjukkan hampir jam 21:00 kami pun segera memutuskan untuk meneruskan perjalanan menuju ketapang sesuai dengan rencana perjalanan awal.</p>
<p>Melewati daerah Panji, Kapongan, Arjasa jalanan masih mendatar. Di pimpin oleh Om Pri yang telah menenggak Jamu di Kota Situbondo kamipun di ajak Sprint dengan kecepatan lebih dari 27Kpj tanpa henti sekitar hampir  40 Menit. Rupanya  tenaga muda Om Pri  memacu adrenalinnya sehingga kami yang lebih muda di belakang cukup terengah-engah  mengikutinya.</p>
<p>Tak berapa lama, mungkin, energi jamu nya sudah mulai menipis Om Pri mulai melambat, sepanjang jalan kami di belakang berteriak-teriak menyemangati  dan bercanda  agar Om Pri kembali menenggak Jamunya. Perjalanan terasa mengasikkan hampir menjelang tengah malam, kami masih berada di jalanan dan jauh dari rumah.</p>
<p>Akhirnya sebuah gubuk di tengah sawah dan kebun yang hanya berukuran 2x 2 meter  jadi tempat kami meluruskan punggung dan mencuri waktu untuk sebentar memejamkan mata.</p>
<p>Mungkin dikarenakan kita sebelumnya asik ber-Sprint ria sehingga kita ternyata melewatkan  penginapan yang sekiranya bisa kita gunakan untuk bermalam.  Kamipun meneruskan perjalanan  perlahan dengan mata yang berat. Pepohonan besar sepanjang jalan menemani perjalanan malam kami, sesekali dari arah depan kendaraan besar  dengan kecepatan penuh menyisakan angin dan bau knalpot saja.</p>
<p>Menurut peta perjalanan, jarak Pelabuhan Ketapang sekitar 40km lagi, berarti tak jauh ke depan kami akan melewati Kawasan Taman Nasional Baluran.  Dan waktu telah menunjukkan hampir jam 12:00 !!! Setelah berembug  mengira-ngira  dan membayangkan Tanjakan dan hutan sejauh hampir 25km harus kami lalui  dalam gelap malam dan badan yang cape, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan perjalanan dini hari nanti.</p>
<p>Sebuah warung yang sudah tutup, dengan 2 bale-bale yang cukup besar akhirnya menjadi pilihan kami untuk memejamkan mata, setelah sepeda kami kunci dan barang-barang berharga kami amankan kami mencoba untuk tidur diantara  bising suara Truk dan Bus dengan kecepatan tinggi  melewati kami.  Entah kami  benar-benar tertidur atau tidak  waktu bergerak dengan cepat. Udara pagi mulai terasa dingin  membawa angin dari arah hutan.</p>
<p><strong>Hari keempat, Sabtu 20 Nopember 2010</strong></p>
<p>Tepat jam 4 pagi, kami segera berkemas dan melanjutkan perjalanan dengan asumsi  jalanan tidak terlalu ramai  sehingga kami bisa melewati hutan dengan selamat. Kami pun mengenakan jaket, tetapi ternyata tidak berguna malah membuat kami lebih cepat berkeringat karena jalanan menanjak telah dimulai.</p>
<p>Sisi kiri dan kanan mulai terlihat pohon-pohon jati muda dan belukar, aroma hutan basah mulai tercium. Jalanan memang relatif sepi hanya beberapa motor dengar keranjang yg didesain khusus untuk membawa kayu bakar lewat menuju ke arah dalam hutan.  Jalanan terus menanjak beberapa kilometer ke depan, dan di beberapa tempat banyak lubang yang cukup mengganggu laju sepeda kami.</p>
<p>Di suatu tanjakan yang cukup curam kami melihat antrian truk tak bergerak di kedua sisi jalan, rupanya ada salah satu truk yang mungkin  As nya patah  teronggok tidak bergerak di sisi sebelah kanan jalan. Mungkin truk tersebut akan menyalip truk di depannya tetapi kemudian tidak berhasil  dan malah terhenti.  Sehingga kedua sisi jalan sepanjang beberapa ratus meter menganti truk dan bus dari  terdiam tidak bisa bergerak sama sekali.  Beruntung sepeda kami bisa melewati celah diantara  truk truk bermuatan penuh tersebut sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Udara yang segar dengan pemandangan yang cukup menawan membuat kami sedikit melupakan rasa cape dan ngantuk.  Beberapa tanjakan masih harus kami lewati membuat kami  harus re-grouping beberapa kali agar perbedaan jarak  tidak terlalu jauh.</p>
<p>Jalanan yang berlubang membuat kami harus lebih berhati-hati,  apalagi pas di jalan turunan bonus sebelum tanjakan berikutnya.  Om Ridwan sempat terjungkal di salah satu lubang jalan dan “menurut” cerita Om Pri yang persis berada di belakangnya cukup terkapar di jalanan. Dan bukannya menolong Om Pri malah  tertawa terbahak-bahak melihat Om Ridwan terkapar di jalanan. Entah bagaimana persisnya kejadian ini berlangsung hanya mereka berdua yang tahu.</p>
<p>Akhirnya kami sampai di puncaknya, terbukti dengan jalanan sudah mulai menurun, sehingga kamipun bisa  meluruskan kaki untuk menikmati turunan sepanjang beberapa kilometer.</p>
<p>Sepanjang kawasan Taman Nasional Baluran ini memang tidak ada terlihat rumah penduduk atau warung, hanya ada  kira-kira 3 Pos Polisi Hutan yang kami temui  di sepanjang hampir 25km.</p>
<p>Sekitar jam 6  akhirnya kami menemukan kehidupan dengan munculnya rumah penduduk di kiri dan kanan jalan walaupun masih jarang.  Tepat di Pom Bensin yang kami temui pertama kali, kamipun membersihkan diri dan mencari sarapan pagi,  dan minuman panas dan beristirahat sampai kira-kira jam 8 pagi.</p>
<p>Seharusnya pelabuhan Ketapang sudah tidak jauh lagi, karena tidak berapa lama kami  melihat gerbang “ Selamat Datang di Banyuwangi “ . Tak berapa lama kami sudah bisa melihat  pantai utara di sebelah kiri kami, sepanjang beberapa kilometer kami melaju  mengikuti garis pantai. Sungguh suatu pemandangan yang sukar dilupakan.</p>
<p>Menjelang jam 10 kami tiba di sebuah Pos yang terletak di ujung karang yang sedikit menonjol ke bibir pantai. Pelabuhan Ketapang sudah terlihat di ujung sana.  Lagi-lagi pemandangan yang indah, laut lepas, angin  dan bau pantai, jejeran warung-warung, kapal nelayan menjadi komposisi yang menarik untuk dilewatkan, kamipun berhenti sambil menungu  rekan-rekan yang berada di belakang kami.</p>
<p>Tak berapa lama ke depan akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ketapang, setelah membayar tiket @ 7,500 kamipun naik ke dek kapal yang akan membawa kami ke Gilimanuk.</p>
<p>Perjalanan di atas kapal Fery kira-kira  1 jam. Kapal yang tidak terlalu besar, laut yang tenang dan di ujung sana sudah terlihat ujung sebelah barat Pulau Bali.</p>
<p>Sekitar jam 12 (atau jam 1 WIT ) siang kami sampai di Pelabuhan Gilimanuk. Udara sangat panas dan angin laut membuat badan kami lengket.  Tidak jauh dari Pelabuhan kami beristirahat di sebuah Mesjid, yang rupanya juga dijadikan tempat beristirahat bagi pengendara motor yang akan melanjutkan perjalanan menuju Bali.</p>
<p>Cukup lama kami beristirahat dan bergiliran kamar mandi  dan bahkan sempat mencuci baju kami yang kotor. Kemudian kami bergerak mencari tempat makan. Di sepanjang jalan keluar Pelabuhan banyak berjejer Warung dengan tulisan “Warung Muslim “ akhirnya kami memilih salah satu warung yang cukup ramai untuk makan.</p>
<p>Jarak dari Pelabuhan ke kota Denpasar sekitar 130km dengan kontur jalan yang menanjak di sekitar Negara dan Tabanan. Membuat kami kembali berhitung dan membayangkan  sampai berapa lama kami akan sampai di Denpasar.  Sementara waktu sudah menunjukkan hampir pukul 3 sore, akhirnya kami memutuskan untuk menginap sebelum kota Denpasar mudah-mudahan bisa masuk Tabanan.</p>
<p>Tak jauh dari Pelabuhan kami memasuki  Kawasan Taman Nasional Bali Barat, kurang lebih sepanjang 15km kami menikmati jalanan yang mulus dan  cenderung menurun sehingga kami bisa memacu laju sepeda di atas 25Kpj.</p>
<p>Sedang asyik-asyiknya  dan terlena menikmati turunan kami tidak sadar bahwa jalanan ke depan adalah tanjakan. Dimulai dengan tanjakan berbelok yang sangat curam membuat kami sedikit kaget  dan tidak siap menghadapinya.</p>
<p>Jalanan mulai berkelok, menanjak dan sedikit sekali turunan atau jalan mendatar. Beberapa kali kami re-grouping dan beristirahat untuk minum, karena kami tidak menemukan minimarket sepanjang perjalanan kami mencari warung yang agak besar untuk membeli air mineral.</p>
<p>Sekitar jam 6 sore akhirnya kami tiba di  daerah Negara. Melalui kotanya dengan jalanan yang sangat lebar dengan lampu-lampu jalanan yang terang benderang  dan gapura-gapura khas bali mulai terlihat.</p>
<p>Melewati  daerah Negara, mungkin sekitar daerah Mendoyo, di sebuah pasar kami berhenti untuk makan malam.  Bagi kami ini adalah makan malam teraneh dan terheboh yang pernah kami alami. Biasanya atau pada umumnya di warung-warung makan di pasar yang akan banyak kucing berkeliaran untuk mencari sisa-sisa makanan. Di sini hampir di semua pojokan adalan ANJING.  Bayangkan makan dengan dibayangi ketakutan akan digigit anjing apa enaknya.  Apalagi di daerah Bali terkenal dengan wabah Rabiesnya. Menurut penduduk kita dapat dengan mudah membedakan mana anjing yang sudah terbebasa rabies dengan anjing yang belum di vaksin yaitu dengan cara melihat apakah di leher anjir tersebut sudah terikat semacam kalung yang berwarna yang menandakan anjing tersebut sudah terbebas dari rabies.</p>
<p>Makan malampun jadi ajang saling melempar tulang ayam ke rekan sebelah sehingga anjing-anjing pada datang bergerombol, begitu seterusnya. Sehingga tawa pun membahana di sela suapan nasi dan gonggongan anjing.</p>
<p>Hari beranjak malam, Denpasar masih sekitar 80km ke depan.  Akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan mencari penginapan sekitar daerah PEKUTATAN.</p>
<p>Di tengah perjalanan kami bertemu dengan seorang pemuda asing dari prancis tanpa baju dengan motor bebek yg dilengkapi rak untuk menyimpan papan surfing menyarankan kami untuk menginap di Hotelnya, yang rupanya pemuda tadi melihat kami begitu turun dari Kapal di pelabuhan Gilimanuk dan tidak menyangka akan bertemu lagi di jalanan.</p>
<p>Rekomendasi dari pemuda prancis tadi tidak mengecewakan dengan harga yang tidak terlalu mahal, kami mendapatan Hotel yang sangat bersih, dengan air panas dan pemandangan pantai yang indah.</p>
<p>Begitu sampai di Hotel kami segera berkemas, membongkar bawaan naik ke atas karena gerimis mulai turun. Setelah membersihkan diri kami bukannya segera beristirahat tetapi sebagian dari kami malah mengobrol, tertawa-tawa dan mengingat kelucuan yang timbul selama perjalanan dan mendiskusikan sisa perjalanan.  Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam 2 pagi, kami pun segera terlelap dalam mimpi masing-masing.</p>
<p>Kami lihat Cyclometer kami menunjukkan 345 km dari arah Surabaya.</p>
<p><strong>Hari kelima, Minggu 21 Nopember 2010</strong></p>
<p>Pagi yang sempurna, roti bakar + teh manis, deburan ombak berlarian menuju pantai. Berkemas, mencuci baju, memanfaatkan matahari pagi yang mulai menyengat.</p>
<p>Masalah muncul kembali, ban belakang sepeda Om TP salah satu nipple jari-jarinya  longgar, sebetulnya sudah berasa dan berbunyi sejak memasuki kota Banyuwangi. Mungkin kendor setelah menghajar beberapa lobang di turunan sekitar Baluran.  Akhirnya di bongkar dan dikengcangkan seperlunya agar sampai kota terdekar (Tabanan ) untuk mencari bengkel sepeda.</p>
<p>Sekitar jam 10 kami keluar dari Hotel untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar dan terus ke timur sampai ke pelabuhan Padang Bai  yang akan membawa kami ke tujuan akhir LOMBOK dengan jarak kurang lebih 125km.</p>
<p>Selesai makan pagi di  ujung jalan Hotel, kami melanjutkan perjalanan dengan udara yang cukup panas.  Kami mulai di hadapkan dengan jalanan yang menanjak yang panjang yang cukup curam. Di beberapa tempat ada bonus turunan yang tak cukup membawa kami ke puncak tanjakan sehingga kami harus tetap mengayuh agar sampai di ujung tanjakan.</p>
<p>Ternyata tanjakan menuju Tabanan ini lebih berat dan lebih panjang bila dibandingkan tanjakan di Baluran dan di Negara.  Jalanan yang  berkelok –kelok sangat bertolak belakang bila dibandingkan dengan jalanan sepanjang Surabaya- Situbondo yang lurus dan cenderung membosankan.</p>
<p>Di sekitar 45km menuju Denpasar, kami bisa melihat di ujung sebelah atas sana mobil-mobil sedang merayap. Kami membayangkan akan beratnya tanjakan yang harus dilalui. Sedikit demi sedikit kayuhan demi kayuhan akhirnya kamipun sampai di puncak tanjakan.  Re-grouping kembali di lakukan.</p>
<p>Om TP dan Om Heru meneruskan perjalanan dengan tujuan mencari bengkel sepeda untuk memperbaiki pelk  sepeda Om TP yang mulai bergoyang parah. Beberapa kali berhenti di bengkel motor untuk menanyakan apakah bisa menyetel pelk dengan hasil nihil. Rupanya ini hari minggu, sehingga banyak bengkel-bengkel yang tutup. Ada satu bengkel sepeda yang kami temui tetapi sayang tidak mempunyai alat untuk menyetel pelk. Setiap menanyakan kepada orang dijalan selalu di jawab “ Ada Pak, 4 km ke depan” begitu seterusnya  sampai akhirnya kamipun bosan bertanya.</p>
<p>Tak terasa jalanan yang berkelok dan menanjak sudah kami lewati hampir 50km dari Hotel tempat kami menginap. Di perjalanan sekitar daerah Antasari kami bertemu dengan  seorang Bapak yang juga mengayuh sepeda seorang diri dari daerah Porong  menuju Bali. Kami sempat mengobrol sebentar dan berjalan bersama sampai kira-kira 3km menuju perbatasan kota Tabanan tiba-tiba hujan turun sangat deras. Masing-masing dari kami berteduh di tempat yang berbeda dan sialnya tak satupun dari kami yang beruntung bisa berteduh di warung untuk sekedar mencari minuman hangat.  Ada yang berhenti di pom bensin, di pangkalan truk, di gubuk kosong sambil menunggu hujan reda.</p>
<p>Setelah hujan agak reda, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Tabanan. Waktu sudah menunjukkan pukul  16:00, jalanan basah sisa hujan yang masih menyisakan satu tanjakan memasuki gerbang kota Tabanan.</p>
<p>Rupanya rasa lapar mulai menyelimuti, di ujung jalan nampak Tukang Bakso berhenti di depan sebuah Bale. Ah pas sekali  abis hujan makan bakso yang panas.  Om Tp dan Om Heru yang tiba duluan  menyantap bakso terlebih dahulu sambil menunggu rekan lainnya yang di berada di belakang.</p>
<p>Semangkuk bakso + lontong cukup membuat perut kami penuh ditutup dengan kopi dan teh panas, kami melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Aroma malam kota mulai terasa, lampu-lampu jalanan telah menyala. Om Tp berpisah di Rodalink Tabanan untuk memperbaiki sepedanya, sedangkan yang lainnya meneruskan perjalanan ke Denpasar yang tinggal  20 km ke depan.</p>
<p>Setelah sepeda selesai diperbaiki Om Tp kembali meneruskan perjalana ke arah By Pass Denpasar untuk kembali berkumpul dengan yang lain yang sudah terlebih dahulu sampai untuk menitipkan sebagian barang bawaan yang akan dibawa ke  saudaranya Om Pri  agar tidak terlalu berat dan banyak bawaan yang akan dibawa ke Lombok.</p>
<p>Makan malam di sekitar ByPass, sambil beristirahat.  Sesuai dengan pembicaraan semula dan kesepakatan bersama kami akan tetap melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bai sehingga paling tidak pagi-pagi kami sudah bisa menyeberang ke Lombok.</p>
<p>Menurut peta perjalanan kami jarak dari Denpasar ke Pelabuhan Padang Bai adalah sekitar  50km, berarti paling nggak kita bisa sampai menjelang tengah malam di Pelabuhan Padang Bai.</p>
<p>Melewati daerah Sukawati-Gianyar  Night Ride kami mulai sekitar jam 21:30. Sepanjang jalan kami mulai diganggu dengan gongongan anjing yang saling bersahutan.  Jalanan mulai kembali berkelok gelap dan menanjak memasuki daerah Klunkung.  Kami sengaja jalan beriringan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.  Di beberapa tempat malah kami sempat dikejar oleh anjing, ada untungnya juga tenyata biasanya  pas melewati tanjakan kami mulai melambat lha ini malah tambah kencang karena dikejar anjing.</p>
<p>Formasi mulai berubah menjadi beberapa group kecil, berdua atau bertiga. Entah karena rasa cape dan hari mulai menjelang tengah malam kami merasa  dibohongin oleh petunjuk jalan yang mengatakan jarak Padang Bai tinggal 7km lagi.  Kami merasa lebih dari 3x lipatnya jarak yang harus di tempuh.</p>
<p>Hampir menuju ke pertigaan antara Padai Bai dan amlapura, Om Tp yang berjalan sendirian di depan nampak sedan terengah-engah di ujung tanjakan di sebuah Tugu. Rupanya hampir 300 meter dikejar anjing di tanjakan pula. Bukan cuma satu anjing tapi di belakangnya ada beberapa anjing yang ikut mengejar.</p>
<p>Akhirnya kira-kira jam 2 pagi kami sampai di gerbang Pelabuhan Padang Bai. Sambil menunggu kapal ferry yang sedang bongkar muatan kami sempat makan dan minum kopi di pelabuhan.  Dengan membayar 44 Ribu kami naik fery menuju Pelabuhan Lembar untuk mengantar kami menuju Lombok.</p>
<p><strong>Hari keenam, Senin 22 Nopember 2010</strong></p>
<p>Perjalanan kapal ferry menuju lembar kurang lebih 4-5 jam tergantung ombak dan lamanya bongkar muat. Setelah sepeda kami simpan di tempat yang aman kami segera naik ke atas dek penumpang untuk mencari tempat meluruskan badan dan mencuri waktu tidur.</p>
<p>Belum berapa lama kapal berjalan  kehebohan terjadi. Seekor tikus tiba tiba melintas dengan cepat  entah dari mana datangnya ke arah para penumpang yang  baru saja terbuai ombak. Sontak saja kejadian adanya tikus ini membuat penumpang berdiri dan kebingungan apa yang terjadi, termasuk Om Tp yang tepat berada di arah di mana tikus itu mau berlari.</p>
<p>Setelah itu kamipun tertidur ditemani getaran mesin kapan yang sangat terasa di punggung kami seperti sedang menikmati pijatan.</p>
<p>Biasanya  di perairan antara Padai Bai dan Lembar kita bisa melihat lumba-lumba yang  berkelompok yang melintas. Tetapi karena kami berada pas gelap kami tidak bisa  melihatnya.  Menjelang Pukul 8 pagi kapal ferry mulai merapat di Pelabuhan Lembar. Akhirnya kami sampai juga menapakkan ban sepeda kami di tanah Lombok.</p>
<p>Jarak dari Pelabukan ke Kota Mataram kira-kira 25km dengan kontur jalan yang mendatar dan lurus. Keluar dari Pelabuhan Lembar kami mencari mesjid untuk menumpang mandi dan membersihkan diri. Tidak  begitu jauh dari gerbang pelabuhan kira-kira 2km kami diperbolehkan menggunakan kamar mandi di sebuah mesjid yang lumayan besar yang terbuka.</p>
<p>Di mesjid inilah Om Ridwan mendapat kabar yang kemudian akhirnya dia memutuskan untuk pulang duluan. Sebetulnya sebelum mengatakan iya untuk ikut dalam perjalanan ini, Om Ridwan masih setengah-setengah karena kandungan sang istri sudah pada masanya melahirkan. Tetapi setelah diberi ijin akhirnya memutuskan untuk berangkat juga.</p>
<p>Setelah mendapatkan kepastian tiket untuk kembali ke Jakarta, akhirnya setelah makan pagi di sebuah warung, kami melanjutkan perjalanan menuju Bandara Selaparang.  Om Tp, Om Zam dan Om Awank terpisah  dari yang lainnya dan melewati jalan yang berbeda untuk menuju bandara.</p>
<p>Cuaca terasa sangat panas, sepanjang jalanan nampak kebun jagung yang masih muda, dan sawah-sawah yang menghijau sedikit menghilangkan kebosanan selama perjalanan  menuju Bandara.</p>
<p>Memasuki perbatasn kota, mulailah terlihat moda transportasi khas mataram yaitu CIDOMO, atau kereta/gerobak penumpang yang ditarik oleh kuda. Sungguh sayang  kota yang lumayan bersih harus ternoda oleh kotoran kuda yang tersebar di mana-mana.</p>
<p>Memasuki kota Mataram hujan turun dengan sangat deras. Akhirnya kami semua terpisah. Om Tp terus melanjutkan perjalanan menuju bandara dan akhirnya sampai terlebih dahulu.  Kemudian Om ridwan, Om Zam dan Om Awank menyusul kira-kira setengah jam kemudian. Rupanya mereka diajak berteduh oleh seorang anak muda yang mempunyai hobi bersepeda juga dan berencana membuka toko sepeda di Mataram.  Saking antusiasnya anak muda tadi malah menawarkan makan di rukonya dan malah menawarkan membawa sepeda Om Ridwan, Om Zam dan Om Awang ke Bandara  dan juga menawarkan Ruko jika mau menginap.</p>
<p>Lalu di mana posisi Om Heru, Om Dody dan Om Pri. Rupanya mereka memilih jalur lewat kota Mataram,  dan ternyata Om Pri terpisah sendiri gara-gara hujan yang tiba tiba turun dengan derasnya.</p>
<p>Komunikasi agak susah karena beberapa Operator  seluler yang kami gunakan  selalu mengatakan nomor yang anda hubungi salah.  Sehingga untuk beberapa lama kami kehilangan kontak satu sama lain. Kurang lebih satu jam akhirnya Om pri muncul juga di Bandara, kemudian disusul oleh Om Heru dan Om Dody.</p>
<p>Pesawat yang akan mengantar Om Ridwan kembali ke Jakarta akan terbang jam 16:40 . Setelah packing dan membersihkan sepeda, lalu kami mengantar untuk Check-in . Begitu selesai  kami menyempatkan untuk makan di sekitar areal Bandara sebelum berpisah.</p>
<p>Sekarang kami tinggal ber-enam. Ada dua rencana pada saat itu ; menginap di daerah Sengigigi  atau beristirahat di Mataram dan besok hari baru ke Sengigi.  Akhirnya kami tidak memilih keduanya.</p>
<p>Kami bergerak ke arah sengigi, kurang lebih dari Bandara sekitar 20km. Di tengah perjalanan kami menemui arak-arakan penganten muda  yang cukup memacetkan perjalanan, diiringi dengan musik keybaord dan kira-kira delapan drum  dengan nyanyian  dan anak-anak muda seperti anak PUNK yang berjoget tiada henti. Pastinya sebelumnya mereka menenggak minuman terlebih dahulu kalau dilihat dari raut mukanya yang kosong begitu juga dengan pengantinnya.</p>
<p>Menjelang jam 6 Sore kami tiba di kawasan Sengigi dengan pantainya yang indah. Kami hanya berfoto-foto  dan tidak terus melanjutkan menyusuri pantainya yang panjang. Segera kami kembali ke arah Mataram untuk mencari Hotel untuk beristirahat.</p>
<p>Setelah mendapat rekomendasi dari temannya Om Pri, kamipun akhirnya memilih menginap di Hotel sekitar Ampenan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalan pulang ke esokan harinya.</p>
<p>Kami lihat di Cyclometer kami ; 525km dari Surabaya.</p>
<p>Foto bisa dilihat di  FB ;<br />
- <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=259851&amp;id=685537629&amp;l=1efd6af24f">Album I</a><br />
- <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=259862&amp;id=685537629&amp;l=413a492d3c">Album II </a><br />
-<a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=260386&amp;id=685537629&amp;l=254bf5776a">Album lainnya</a></p>
<p>Bersambung di Edisi Perjalanan Pulang dan Dibalik foto &#8212; tunggu saja !!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=732&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/11/30/jarambah-edisi-perjalanan-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">denmpoer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/11/master-final_sablon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">master final_sablon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KelapKelipKelapKelipKelapKelip</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/06/14/kelapkelipkelapkelipkelapkelip/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/06/14/kelapkelipkelapkelipkelapkelip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 04:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[rogads]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Be There: 18 June 7PM start at Put Put Senayan &#8211; Semanggi- Gatot Subroto &#8211; Pancoran &#8211; Pasar Minggu &#8211; Kalibata (NIFFARO )<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=725&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Be There:</p>
<p>18 June  7PM start at Put Put Senayan &#8211; Semanggi- Gatot Subroto &#8211;  Pancoran &#8211; Pasar Minggu &#8211; Kalibata (NIFFARO ) </p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/06/peta_kk.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-727" title="peta_KK" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/06/peta_kk.jpg?w=470&#038;h=316" alt="" width="470" height="316" /></a></p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/06/kelapkelip_web.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-726" title="KELAPKELIP_WEB" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/06/kelapkelip_web.jpg?w=470&#038;h=335" alt="" width="470" height="335" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=725&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/06/14/kelapkelipkelapkelipkelapkelip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/06/peta_kk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta_KK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/06/kelapkelip_web.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KELAPKELIP_WEB</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AA BB edisi Maret</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/03/23/aa-bb-edisi-maret/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/03/23/aa-bb-edisi-maret/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 03:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[Offroad]]></category>
		<category><![CDATA[blasak blusuk anjang sana sini offroad rogads]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/2010/03/23/aa-bb-edisi-maret/</guid>
		<description><![CDATA[Dear Rogaders&#8230; Pada kesempatan ini, nte Ayu dan om Bas mengundang om2 dan tante2 Rogads untuk kiranya sudi datang ke rumah kami dalam acara Angsanasini BB yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2010 yang beralamat di Pesona Amsterdam Blok I-3 No. 21 Kota Wisata Cibubur. Untuk acara BB-nya kami serahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=722&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/03/aabb.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/03/aabb.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" title="aabb" width="470" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-721" /></a><br />
Dear Rogaders&#8230;</p>
<p>Pada kesempatan ini,  nte Ayu dan om Bas mengundang om2 dan tante2 Rogads untuk kiranya sudi datang ke rumah kami dalam acara Angsanasini BB yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2010 yang beralamat di Pesona Amsterdam Blok I-3 No. 21 Kota Wisata Cibubur. </p>
<p>Untuk acara BB-nya kami serahkan pada om Pri (yang punya trek cibubur&#8230; ;-p), terserah para Rogaders mau dibawa kemana dan meeting pointnya dimana. Itu semua om Pri yang atur. Untuk yang ngga suka BB-an, silahkan bawa seli dan masih bisa gowes keliling kota wisata dan bernarsis ria di Kampung Cina..hehehe&#8230;.  Untuk yang ngga mau bawa sepeda juga ngga papa, silahkan langsung dateng ajah ke alamat tersebut diatas. Kalo yang ngga bawa sepeda, datengnya lebih pagi yaa..biar bisa bantuin saya di dapur&#8230;hahahaha&#8230;! Lumayan kan ada tenaga tambahan..!! :-p</p>
<p>Ok yaa Rogaders, kami tunggu..!! Tiada kesan tanpa kehadiran anda&#8230;hallaaaagghh&#8230;!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PS: Untuk semua Rogad&#8217;s Angels&#8230;KUDU DATENG&#8230;KUDU DATENG&#8230;!!!!</p>
<p>Ting&#8230;ting&#8230;permisi&#8230;.numpang lewat ya&#8230;.!!</p>
<p>Salam Gowes,</p>
<p>Nte Ayu &amp; Om Baskoro</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=722&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/03/23/aa-bb-edisi-maret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/03/aabb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aabb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ROGAD &#8211; Touring awal tahun Jakarta &#8211; Lampung</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/01/13/rogad-touring-awal-tahun-jakarta-lampung/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/01/13/rogad-touring-awal-tahun-jakarta-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[rogads]]></category>
		<category><![CDATA[rogad touring jakarta lampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Berawal dari pembicaraan  yang  terjadi pada saat berkumpul  dan bercanda yang khas ROGAD, tiba-tiba  entah dari mana dan siapa muncul ide untuk Touring ke Lampung.  Segera  ide untuk melakukan perjalanan touring dengan sepeda dengan tujuan  Lampung itu disambut  MASIH dengan nada guyonan. Mungkin pada saat itu pada benak masing-masing  mulai bermunculan  beberapa pemikiran ;  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=706&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berawal dari pembicaraan  yang  terjadi pada saat berkumpul  dan bercanda yang khas ROGAD, tiba-tiba  entah dari mana dan siapa muncul ide untuk Touring ke Lampung.  Segera  ide untuk melakukan perjalanan touring dengan sepeda dengan tujuan  Lampung itu disambut  MASIH dengan nada guyonan.</p>
<p>Mungkin pada saat itu pada benak masing-masing  mulai bermunculan  beberapa pemikiran ;  berapa hari ya kira-kira ? enaknya bolos atau cuti?  Pake Sepeda MTB atau seli, berapa  besar bekal yang harus disiapkan?</p>
<p>Singkat cerita akhirnya diputuskan  untuk berangkat pada Hari Jum’at tanggal 8 Januari, dengan pertimbangan  cuti atau bolos cuma satu hari kerja dan pilihan jatuh  pada sepeda lipet dengan pertimbangan  lebih flexible pada saat pulang dari Lampung ke Jakarta.</p>
<p><strong>Hari Pertama </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jum’at pagi tanggal 8  meeting point di STEKPI kalibata,  dimulai dengan briefing rute yang akan dilewati, tujuan akhir, dan beberapa kemungkinan lainnya seperti HUJAN, atau hal-hal lain yang tidak kita inginkan.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/siap_meluncur.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-708" title="Siap_Meluncur" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/siap_meluncur.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p><span id="more-706"></span><br />
Dimulai dengan do’a bersama  akhirnya  kami  berdelapan  dengan menggunakan sepeda lipet  ditambah satu orang pengantar yang menggunakan MTB  start dari STEKPI  Kira-kira jam 08:30 dengan rencana PIT STOP pertama sekitar  Tangerang.  Dari arah kalibata kami menuju tangerang  melewati  kebayoran kemudian ciledug.</p>
<p>Kondisi cuaca  mendung sepanjang Kalibata – Tangerang, jadi kami mulai menyiapkan jas hujan untuk jaga-jaga.  Dan ternyata benar  menjelang masuk kota Tangerang hujan mulai turun namun tidak terlalu deras, akhirnya kami putuskan untuk terus  untuk mencari Mesjid untuk PIT STOP pertama  dan melakukan shalat  jum’at</p>
<p>Memasuki kota Tangerang  kemudian Cimone  kami terus mengayuh sepeda pambil mencari Mesjid  di pinggir jalan.  Ternyata  tak banyak Mesjid  yang  berada tepat di pinggir jalan,  akhirnya sekitar JATAKE kami coba mengikuti  orang-orang  yang menurut perkiraan kami akan menuju Mesjid dan kami pun bertanya letak Mesjidnya di mana untuk kemudian melakukan  shalat jum’at.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011191.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-709" title="P1011191" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011191.jpg?w=470&#038;h=626" alt="" width="470" height="626" /></a></p>
<p>Setelah re-Packing  di lingkungan Mesjid  tibalah saatnya untuk mencari tambahan tenaga, MAKAN SIANG,  mulailah bermunculan ide makan apa? Ada yang kepengen makan yang berkuah, ada yang ingin makan WARTEG saja. Ternyata  tidak mudah menyatukan  selera, akhirnya setelah  kurang lebih 5 KM dari Mesjid kita baru menemukan tempat makan yang  dapat memuaskan kami yaitu WARTEG yang juga menyediakan SOTO.</p>
<p>PIT STOP selain kami gunakan untuk menambah tenaga  juga kami gunakan untuk kembali menyetel sepeda kami,  memperbaik REM,  membersikan kemudian melumasi Rante dan tentunya re-Packing bawaaan kami.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011205.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-710" title="P1011205" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011205.jpg?w=470&#038;h=626" alt="" width="470" height="626" /></a></p>
<p>Setelah semua siap, akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan tujuan PIT STOP berikutnya kota SERANG  melalui  Cikupa-Balaraja-Tigaraksa-Cikande..  Rupanya  kondisi cuaca menguji kami, belum berapa lama  kami mengayuh sepeda  hujan turun dengan sangat derasnya, akhirnya kami berhenti  sambil menunggu hujan reda.</p>
<p>Setelah hujan agak reda, kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan menuju kota Serang  cukup landai dengan diselingi beberapa tanjakan.  Dikarenakan  kawasan sekitar Tangerang  sampe Tigaraksa merupakan daerah Industri dengan pabrik-pabrik, maka  sepanjang perjalanan kami harus lebih hati-hati  karena selalu harus berhadapan dengan  truk gandeng, truk kontainer dan bis karyawan.  Terkadang kami harus mengalah  sampe ke badan jalan  karena  mungkin kami dianggap tidak ada  di jalan.</p>
<p>Akhirnya  menjelang sore  kami sampai di  gerbang kota Serang.  Kemudian kami mencari terminal bis untuk  yang akan mengantar  satu orang pengantar yang akan pulang ke Jakarta.  Padahal kami sudah berusaha   mengajak untuk terus melakukan perjalanan sampai Lampung atau Merak. Tetapi  rupanya rayuan kami tidak berhasil, akhirnya setelah mendapatkan bis yang akan mengantar pulang ke Jakarta, kamipun berpisah.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011224.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-711" title="P1011224" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011224.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Dikarenakan hari mulai gelap, waktu menunjukkan pukul 19:00 akhirnya kami memutuskan untuk  kembali mencari tambahan tenaga. Lagi-lagi terjadi  perdebatan yang seru untuk memutuskan mau makan di mana, dan akhirnya pilihan tidak berubah untuk makan di WARTEG.</p>
<p>Setelah kami rasa cukup waktu untuk istirahat dan kembali menyetel sepeda, kemudian re-packing, akhirnya kami  memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan tujuan akhir hari pertama yaitu  Pelabuhan Merak melewati  Cilegon.</p>
<p>Kondisi jalan dari Serang menuju Cilegon jalanan relatif  ramai lancar, namun agak gelap sehingga kami harus lebih hati-hati dalam mengayuh sepeda kami. Kontur jalan yang  lumayan naik turun   cukup menguras tenaga kami, tetapi tetap tidak menyurutkan semangat untuk terus melanjutkan perjalanan.  Akhirnya sekitar 1 jam  perjalanan, kami mulai bersemangat kembali ketika melihat gerbang  Selamat Datang di Kota Cilegon, yang berarti kami sudah tidak jauh dari tujuan akhir hari pertama.</p>
<p>Dari informasi yang kami  dapatkan jarak Cilegon sampai pelabuhan kira-kira 15 KM. Jalanan lumayan gelap ditambah  Cuaca yang sangat mendung  dan sesekali bunyi petir, dan kami sekali lagi harus berbagi jalan dengan Truk dan Bis  yang juga menuju pelabuhan.</p>
<p>Perjalanan dari Cilegon ke pelabuhan  ternyata menjadi titik balik, semangat kami untuk cepat sampai ke tujuan harus berkompromi dengan kondisi tubuh kami yang mulai lelah setelah hampir setengah hari  mengayuh sepeda.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul  21:30 malam,  dan rupanya sekali lagi  kondisi cuaca yang mulai kurang bersahabat menguji kami. Kira-kira 7 KM lagi  menjelang pelabuhan  hujan turun dengan sangat derasnya diselingi petir yang menyambar.  Kamipun tidak punya pilihan lain selain terpaksa berhenti  untuk menunggu hujan reda.</p>
<p>Setelah hujan agak reda, akhirnya dengan semangat terakhir  kami kembali mengayuh sepeda untuk sampai  di pelabuhan. Dengan kondisi yang lumayan basah kuyup  kami mencoba mencari  tempat untuk sekedar mandi dan berganti pakaian sebelum kami naik kapal untuk menyebrang ke Lampung.  Dengan pertimbangan masih hujan akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat mandi di sekitar pelabuhan saja agar  bisa langsung naik ke kapal.</p>
<p>Setelah  beberapa dari kami membersihkan diri  di sekitar pelabuhan, kami pun mulai bertanya ke petugas pelabuhan apakah kami boleh membawa sepeda melalui gerbang penumpang(orang )  atau kami harus  melalui gerbang mobil atau motor yang berarti kami harus sedikit memutar lagi.  Oleh petugas kami diperbolehkan  melewati gerbang penumpang  setelah kami berargumen bahwa sepeda kami bisa dilipat.</p>
<p>Akhirnya kami pun  bisa naik kapal  dan segera setelah  parkir sepeda di tempat yang aman, masing-masing kami mencari tempat untuk sekedar istirahat  dan tidur untuk mempersiapkan perjalanan  hari ke dua.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011239.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-712" title="P1011239" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011239.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p><strong>Resume hari pertama : </strong></p>
<ul>
<li>Rute      Jakarta-Ciledug-Tangerang-Cimone-Cikupa-Tigaraksa-Serang-Cilegon-Merak</li>
<li>Jarak  kurang lebih 120 KM</li>
<li>Waktu      tempuh  Start   Kalibata  08:30       sampai di merak 24:00</li>
<li>Kontur      jalan  relatif datar  diselingi beberapa tanjakan landai ,      jalan relatif mulus.</li>
</ul>
<p><strong>Hari kedua </strong></p>
<p>Wow,, akhirnya sampai juga di  Bakauheni, setelah terombang-ambing di  selat sunda selama kurang-lebih  2,5 jam.   Karena hari masih terlalu pagi  akhirnya kami memutuskan untuk kembali mencari tempat istirahat di dalam pelabuhan untuk melanjutkan istirahat  di kapal.  Di lobi pelabuhan rupanya banyak juga orang-orang yang tidur  lesehan di lantai, rupanya mereka menunggu siang  sambil menunggu  bis yang menuju kota lampung  datang.</p>
<p>Kira-kira jam 5 pagi, kamipun mulai bersiap-siap untuk mencari tempat mandi, karena beberapa dari kami belum sempat mandi di merak, dan juga untuk mencari sarapan pagi.  Tidak jauh dari parkiran pelabuhan  ada tempat mandi yang lumayan bersih, akhirnya kamipun bergantian  untuk mandi dan ganti baju.</p>
<p>Setelah sarapan  semangkuk Bubur Kacang Ijo   dan kopi  serta teh manis, kami pun bersiap untuk  melanjutkan perjalanan ke kota  Bandar Lampung.  Terus terang hampir semua dari kami  buta dengan kondisi  jalanan dari Bakauheni ke Lampung.  Ada yang sudah pernah beberapa kali  melakukan perjalanan darat tetapi  menggunakan mobil atau bus  yang pastinya beda.</p>
<p>Lagi-lagi kami harus berhadapan dengan Truk gandeng dengan muatan yang menjulan dan bis-bis antar kota yang ternyata sudah siap keluar dari pelabuhan.</p>
<p>Keluar dari gerbang pelabuhan, kami langsung dihadapkan  pada jalan tanjakan yang curam dengan kemiringan  kira-kira 50 derajat, dan masih terus menanjak terlihat dari bawah.  Keadaan ini cukup membuat kami terkaget-kaget karena  kami persedian air dan makanan kecil kami sudah habis dan kami belum sempat  membeli lagi.</p>
<p>Sampai di tanjakan pertama, kembali kami dikejutkan dengan  papan penunjuk jalan  yang memberi tahu  jarak kota Bandar Lampung adalah 97 KM.   Tidak ada pilihan lain kami harus LANJUT sesuai dengan rencana.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011253.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-713" title="P1011253" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011253.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Setelah  refill perbekalan, kami melanjutkan  perjalanan. Tanjakan demi tanjakan kami lalui dengan  tenaga dari semangkuk bubur kacang ijo dan  sepotong coklat.  Hampir 15 KM pertama adalah tanjakan dengan kemiringan 35 sampe 50 derajat   dan tanjakan  landai namun panjang.  Mulai dari  sini rombongan mulai sedikit terpecah, karena masing-masing  menggunakan teknik masing-masing untuk melahap tanjakan demi tanjakan yang mau nggak mau harus dilewati.</p>
<p>Beruntung hari masih pagi  dan matahari belum terlalu ganas  sehingga  sedikit membantu kami dalam mengayuh sepeda. Tetapi tetap saja ritme kayuhan  kami tergangu oleh Truk dan Bus  yang sering memepet kami sehingga kami harus mengalah sampai ke badan jalan yang penuh dengan kerikil dan tanah  basah.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011261.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-714" title="P1011261" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011261.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Rencana PIT STOP pertama adalah  Kalianda, kira-kira 55 KM dari Bakauheni,  tetapi dengan melihat kondisi jalanan yang terus  menanjak  di selingi beberapa turunan yang tetap saja  kurang bisa dinikmati karena kita harus  berhadapan dengan Truk dan Bus, akhirnya kami memutuskan untuk  berhenti  mencari tempat makan.  Beruntung kami menemukan tempat makan  yang menyediakan  bale-bale  bambu  untuk sekedar tiduran dan  kamar mandi yang lumayan bersih.</p>
<p>Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh kami, beberapa dari kami kembali tertidur pulas, atau malah mungkin bermimpi  sudah sampai di Lampung.  Lumayan lama kami berhenti di tempat makan ini.  Cuaca mulai terasa menyengat, matahari mulai meninggi, beberapa dari kami mulai membongkar bawaan dan menjemur  pakaian dan sepatu yang basah terkena hujan di  Merak.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011278.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-715" title="P1011278" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011278.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Setelah merasa cukup beristirahat dan mengisi perut, kami pun kembali melanjutkan perjalanan.  Lagi-lagi  masih  harus melahap tanjakan demi tanjakan yang panjang  dan  kondisi jalan yang cukup panas.  Tetapi kami sedikit mendapat semangat dari anak-anak yang  berlarian ke pinggir jalan  dan berteriak ‘ Hello Mister, Hello Mister’  dan juga beberapa supir Truk yang mengacungkan jempol. Rupanya mereka heran  dan mungkin jarang melihat  rombongan sepeda lewat</p>
<p>Karena kondisi jalanan yang relatif menanjak  rombongan kembali tercecer dalam beberapa group.  Waktu menunjukkan sekitar  jam 2 , akhirnya kami sampai di gerbang kota Kalianda.  Kamipun beristirahat  untuk sekedar melepas lelah  dan re-grouping.</p>
<p>Kamipun mulai berhitung : Jarak Bakauheni – Bandar Lampung = 97KM, kami sudah menempuh 55 KM,  jadi sisa perjalanan adalah 42 KM  dengan rata-rata waktu tempuh 20Km per jam  kami beranggapan bisa sampai di Bandar lampung   menjelang sore . Jadi kami SKIP makan siang.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011288.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-716" title="P1011288" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011288.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Ternyata dugaan kami sedikit meleset,  sisa perjalanan  masih harus kami lewati dengan tanjakan yang panjang   dan menguras tenaga.  Beruntung  setelah melewati Kalianda cuaca agak mendung  diselingi hujan yang tidak terlalu deras namun berlangsung  hanya sekitar 5-10 menit.  Kondisi ini lumayan membantu  menyiram uap panas yang keluar dari aspal jalan yang sebelumnya  terkena terik matahari.</p>
<p>Setelah melewati  daerah Sidomulyo  mulailah terlihat jejeran pohon kelapa di sebelah kiri jalan. Asyikk kami pun berteriak  berarti  sebentar lagi  terlihat pantai dan jalanan mulai datar. Rupanya lagi-lagi  anggapan kami salah,, tanjakan demi tanjakan harus kami lalui, walaupun  menurut penduduk setempat  yang memberitahu kami selalu  mengatakan  ini tanjakan terakhir.</p>
<p>Setelah hampir  2 jam melewati  FATAMORGANA jejeran pohon kelapa akhirnya kami menemukan turunan yang sangat curam dan terlihatlah  di seberang  sejajar dengan jalan yang kami lewati  LAUT atau pantai.  Lokasinya sebelum memasuki  daerah Tarahan.  Dengan view yang sangat indah dan  terang karena habis diguyur hujan laut nampak sangat indah diselingi  pulau-pulau kecil</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011300.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-717" title="P1011300" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011300.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Pemandangan ini sangat menghibur kami, kami lupa dengan rasa lelah  setelah melewati jalanan yang menanjak dan tentunya menambah semangat kami untuk melanjutkan perjalanan sampai tujuan akhir.</p>
<p>Setelah  puas memandangi panorama alam dan tak lupa berfoto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan menuju  Lampung melewati  daerah Tarahan dan Panjang. Kontur jalan cenderung menurun dan licin sehabis diguyur hujan.  Jalanan mulai ramai karena sudah memasuki pinggir kota  Bandar Lampung.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011304.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-718" title="P1011304" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011304.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Memasuki gerbang selamat datang di kota Bandar Lampung, hari mulai gelap  dan rasa lapar mulai menyergap kami. Masih sekitar 12 KM menuju pusat kota,  rencana kami adalah mengunjungi salah satu kerabat team yang kebetulan tinggal di kota lampung. Setelah sampai di daerah Panjang, kami mengambil  jalan sebelah kanan yaitu jalan  Trans Sumatera ke arah Palembang melewati Kotabumi.</p>
<p>Hari bertambah gelap, dan rupanya  jalanan yang kami lewati sangat tidak nyaman untuk dilewati oleh sepeda, selain gelap juga bergelombang, mungkin karena dilewati Truk dan Bus dengan muatan yang penuh.  Lagi-lagi jalanan yang terus menanjak  harus kami lewati, dan gerimis   mulai turun. Kami harus lebih extra hati-hati  mengayuh sepeda dan tentunya dengan tenaga yang tersisa.</p>
<p>Akhirnya kami sampai juga di perempatan Balok, yaitu  perempatan  ke arah Way Halim untuk terus ke Way kambas jika belok kanan,  dan belok kiri ke arah kota.  Kembali hujan turun sangat deras, kamipun berteduh  di sekitar perempatan tersebut.  Setelah hujan mulai sedikit reda, kami melanjutkan perjalanan ke rumah salah satu kerabat. Dengan dikawal oleh motor kami melanjutkan perjalan  dalam gerimis malam dan jalanan yang gelap dan berlubang. Kira- kira 5 Km dari perempatan, masih dengan beberapa tanjakan kami akhirnya sampai di rumah kerabat tersebut.</p>
<p>Setelah bersilaturahmi dengan tuan rumah, dan beruntung kami disediakan makan malam dan Teh Manis yang hangat, kamipun berpamitan untuk  kembali arah menuju kota Bandar Lampung.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 21:30, jarak ke kota Bandar Lampung adalah 6KM, harus kami tempuh ditemani gerimis.  Rencana semula adalah kami akan mencari penginapan di seputaran kota dan kemudian pagi-pagi  kami akan berkeliling kota  dan mencari sekedar oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta.</p>
<p>Tetapi setelah kami mencoba mencari beberapa penginapan  di daerah Jalan Raden Inten dan  Jalan Kartini, kami tidak menemukan  penginapan yang cocok.  Akhirnya setelah kami berdiskusi  segala kemungkinan, kami memutuskan untuk  tidak menginap tetapi langsung pulang  ke Bakauheni.  Akhirnya kami  mencari  minuman hangat di sekitar Jalan Kartini, di mana jalan ini banyak tenda-tenda lesehan  yang menyediakan makanan-dan minuman.</p>
<p>Sebagian dari kami mencoba mencari informasi  penyewaan mobil untuk mengangkut kami ke pelabuhan, karena tidak jauh dari Jl Kartini ada pasar  sayuran Bambu Kuning kami berpikir bisa mendapatkan mobil bak terbuka yang bisa kami sewa. Ternyata kebanyakan bak terbuka yang ada berukuran kecil sehingga tidak bisa mengangkut kami berdelapan dengan sepeda masing-masing.  Setelah mencoba beberapa alternatif lainnya, dan mencoba bertanya ke beberapa orang yang kami temui di sekitar pasar, kami disarankan untuk mencoba ke arah jalan Trans Sumatera  atau ke arah terminal Rajabasa yang katanya banyak mobil-mobil, truk dan bis   yang  akan ke pelabuhan yang bisa kita stop dan sewa untuk membawa kami ke arah pelabuhan.</p>
<p>Akhirnya kami memutuskan  untuk kembali ke arah jalan Trans Sumatera, yang berarti kami kembali lagi menuju ke arah tempat kerabat kami sebelumnya. Waktu menunjukkan pukul 01:00 Pagi, dengan rasa kantuk dan cape yang mulai menggelayut dan hawa dingin serta hujan yang menjajah tulang kami pun kembali mengayuh sepeda  ke arah jalan Trans Sumatera.</p>
<p>30 menit kami berjalan di kegelapan malam menjelang pagi, jalanan nampak kosong. Di sekitar Jl Antasari, jalan utama menuju jalan Trans Sumatera dari arah kota nampak sedang ada  Balapan motor liar, kamipun sejenak jadi perhatian mereka, karena kami berjalan berderet delapan sepeda lipet  dan masing-masing membawa panier di belakang sepeda. Mungkin mereka bertanya-tanya  mau ke mana? Dan  jam segini masih di jalanan?  Akhirnya kami sampai di tujuan, dan kami mencari SPBU untuk sekedar ke kamar mandi dan mencari minuman hangat.</p>
<p>Setelah itu kami mulai bersiap siap, melipat sepeda masing-masing dan membereskan semua bawaan kami agar mudah pada saatnya nanti  jika kami mendapatkan angkutan yang membawa kami ke arah pelabuhan.</p>
<p>Setelah cukup lama menunggu akhirnya kami diperbolehkan naik salah satu Bus yang menuju Pelabuhan, kamipun segera naik dan langsung beberapa dari kami tertidur pulas di dalam Bus.  Menjelang pagi  kami sampai di Pelabuhan, dengan rasa kantuk dan cape yang menggila  kamipun mencari kamar mandi untuk membersihkan diri dan mencuci sepeda kami  agar kelihatan bersih sebelum naik ke kapal. Kami sempatkan untuk membeli oleh-oleh khas lampung yang tidak sempat kami beli di kota.</p>
<p>Akhirnya kapal  pun membawa kami menuju Merak&#8230;</p>
<p>Resume hari kedua</p>
<ul>
<li>Jarak      Bakauheni – Bandar Lampung       kira-kira 97 KM</li>
<li>Rute –      Bakauheni – Kalianda- Sidomulyo- Tarahan- Panjang- Bandar Lampung</li>
<li>Jalanan  relatif mulus dan menanjak sampai  Tarahan setelah itu relatif datar</li>
<li>Lama      perjalanan  Start bakauheni      06:30  sampai di Bandar Lampung  20:00</li>
</ul>
<p><strong>Hari ketiga</strong></p>
<p>Perjalanan di kapal  sekitar 2,5 jam kami manfaatkan untuk tidur, kami sengaja mencari ruangan untuk lesehan agar kami bisa tidur dengan nyaman. Saking nyamannya ada yang susah dibangungkan oleh  penjaga ruangan untuk membayar sewa .</p>
<p>Jam 10:30 kamipun sampai di pelabuhan Merak,  rencana kami akan naik Bus menuju Jakarta. Tetapi akhirnya kami lebih memilih kereta api agar tidak perlu repot-repot lagi melipat sepeda  dan juga ada tambahan barang berupa oleh-oleh. Kereta berangkat jam 14:00 dari stasiun Merak yang letaknya bersebelahan dengan pelabuhan.  Kami memilih gerbong penumpang di belakang Lokomotip agar kami bisa duduk dengan nyaman. Dengan pertimbangan pengalaman kami waktu ke anyer sebelumnya, kami naik di gerbong barang, di mana di tengah perjalanan makin penuh sesak dengan barang berupa sayuran, buah-buahan bahkan ikan asin yang akan di bawa ke Jakarta.</p>
<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011318.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-719" title="P1011318" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011318.jpg?w=470&#038;h=352" alt="" width="470" height="352" /></a></p>
<p>Kereta Api ini memang kereta rakyat, dengan membayar Rp 5,500 anda akan sampai ke Jakarta, dan jangan salah kereta pun bisa berhenti selain di stasiun, beberapa kali nampak kereta berhenti di tengah sawah untuk mengangkut penumpang dan barang.</p>
<p>Memasuki Stasiun Cilegon, kemudian Serang  dan Rangkasbitung kereta terus bertambah sesak, dijejali juga dengan pedagang asongan dan pengamen sepanjan jalan.</p>
<p>Menjelang Magrib, kami sampai di Stasiun Palmerah. Kemudian kami melanjutkan kembali mengayuh sepeda kami menuju ke arah Kalibata  tempat kami memulai perjalanan dua hari yang lalu. Setelah minum Jahe dan Bakmie Jawa di tempat kami biasa berkumpul hari Rabu dan Jum’at kamipun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing  dengan membawa kenangan selama tiga hari dari Jakarta-Lampung- Jakarta, dan mungkin mulai bermimpi tujuan Touring Berikutnya&#8230;</p>
<p><strong>Biaya selama perjalanan ( di luar biaya pribadi ) </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Saweran @      Rp 100,000 X 8   = Rp 800,000
<ul>
<li>Makan + snack + minuman  selama 2 hari</li>
<li>Biaya        Kapal  @ Rp 10,000  ( PP        @ Rp 20,000 )</li>
<li>Biaya       Bis Lampung – Bakaujeni @ Rp 20,000</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Kereta      Api  Merak Jakarta @ Rp 5,500 + Rp      5,000 untuk bagasi <strong> </strong></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=706&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/01/13/rogad-touring-awal-tahun-jakarta-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/siap_meluncur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Siap_Meluncur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011191.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011191</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011205.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011205</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011224.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011224</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011239.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011239</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011253.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011253</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011261.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011261</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011278.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011278</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011288.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011288</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011300</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011304.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011304</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/p1011318.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1011318</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Limited Edition ROGAD Jersey</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2010/01/13/limited-edition-rogad-jersey/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2010/01/13/limited-edition-rogad-jersey/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[rogads]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Price : 125 Ribu Saja,,,<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=703&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/finales.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-702" title="finales" src="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/finales.jpg?w=470&#038;h=332" alt="" width="470" height="332" /></a></p>
<p>Price : 125 Ribu Saja,,,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=703&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2010/01/13/limited-edition-rogad-jersey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2010/01/finales.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">finales</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LIMITED EDITION &#8211; ROGAD 2010 Calendar</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2009/12/16/limited-edition-rogad-2010-calendar/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2009/12/16/limited-edition-rogad-2010-calendar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[intermezo]]></category>
		<category><![CDATA[KOMIK ala ROGAD'S]]></category>
		<category><![CDATA[calendar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=699&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2009/12/bow.jpg"><img src="http://rogads.files.wordpress.com/2009/12/bow.jpg?w=470&#038;h=665" alt="" title="bow" width="470" height="665" class="aligncenter size-full wp-image-698" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/699/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/699/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=699&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2009/12/16/limited-edition-rogad-2010-calendar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2009/12/bow.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Nte Desy &amp; Om Cute,,selamat jalan Nte Icha</title>
		<link>http://rogads.wordpress.com/2009/12/04/selamat-ulang-tahun-nte-desy-om-cuteselamat-jalan-nte-icha/</link>
		<comments>http://rogads.wordpress.com/2009/12/04/selamat-ulang-tahun-nte-desy-om-cuteselamat-jalan-nte-icha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 03:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rogadsb2w</dc:creator>
				<category><![CDATA[intermezo]]></category>
		<category><![CDATA[KOMIK ala ROGAD'S]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun desy cute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rogads.wordpress.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=696&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rogads.files.wordpress.com/2009/12/desi_icha.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-695" title="desi_icha" src="http://rogads.files.wordpress.com/2009/12/desi_icha.jpg?w=470&#038;h=608" alt="" width="470" height="608" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rogads.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rogads.wordpress.com/696/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rogads.wordpress.com&amp;blog=4291216&amp;post=696&amp;subd=rogads&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rogads.wordpress.com/2009/12/04/selamat-ulang-tahun-nte-desy-om-cuteselamat-jalan-nte-icha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">rogadsb2w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rogads.files.wordpress.com/2009/12/desi_icha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">desi_icha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
