Terjun Bebas Ala Cute (cute = kiyut)

Diawali dengan niatnya untuk having fun di hari libur dengan bersepeda, Herucute mengusulkan untuk rujakan di rumah om Heru Cimanggis. Animo dari teman2 Rogad pun banyak yang mengiyakan. Ternyata sang tuan rumah punya ide yang lebih menantang lagi… cross country ke daerah Cieteurep sambil liat sawah dan sungai. Maklum aja karena Cute dah lama gak mandi di sungai, jadi Cute semangat banget buat jalan2 kesana.

 

Jam 6.15 cute dah sampe di pertigaan jambul, nungguin temennya dari kalibata yang masih tidur. Karena kebaikan hatinya, cute rela nunggu sampe setengah jam nunggu cewe itu mandi dulu. Dah setelah lama menunggu, akhirnya cewe itu sampe juga di jambul. Dan ternyata… helm-nya ketinggalan…. ya, akhirnya Cute memebrikan julukan baru “Desi, si miss ling lung”

 

Cute, Gholam, dan Desi pun meluncur menuju meeting point berikutnya yaitu komseko, jemput Iyunk. Pukul 07.30, secara beriring-iringan keempat sahabat ini pun menyusuri jalan raya bogor secara perlahan karena shifter Desi yang macet, dan Iyunk yang belum sarapan. Sampai pertigaan Kiwi, Cute gak lupa untuk menelpon Adi. Sempet dikerjain sama Yani yang ngangkat telp Adi. Emang dasar Cute, masa suara Yani aja gak ngenalin. TERNYATA Yani Dan Adi sudad sampai duluan di rumah om Heru.

 

Perjalanan berlanjut lagi, sampai rumah om Heru Cimanggis jam 09.00. Cute seneng banget bisa ngeliat empang disana. Sebenernya Cute dah pengen terjun bebas ke empang maen sama ikan mujaer temen2nya. Tapi malu sama Yani dan Desi, takut dipoto dan disebar ke milis.

 

Heru, Gholam, Adi, Iyunk, Desi, Yani, dan Cute melanjutkan perjalanan dari Jatijajar ke Cibinong jemput om Fadli. setelah lengkap, rombongan yang dipimpin om Heru menuju ke Oky Bike untuk reparasi shifter Desi yang macet. Apa mau dikata, Oky Bike masih tutup. Akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Kamurang Bike punyanya om Tony. Selagi menunggu shifter dibenahi oleh sang mekanik, komplotan Rogad iseng ngacak2 jualannya om Tony. Akhirnya Adi dan Yani ganti handgrip.

 

Pukul 10.30 matahari sudah mulai menampakkan senyumnya. Panasnya daerah Cibinong tidak membuat gentar Cute dan teman2nya untuk tetap XC melihat sawah ke desa suka makmur. Tracknya yang naik turun membuat Cute merasa tertantang. Tanjakan pun habis dilahapnya… gak mau kalah dengan Iyunk, sang praja IPDN.

 

Akhirnya setelah menempuh perjalanan sebanyak 20 kilo dari cimanggis ke cietereup (ukuran jarak pakai naluri Cute, jadi terserah aja mau percaya apa gak ya…). kita sampai juga di jembatan desa suka makmur (CMIIW). Cuaca saat itu terik, namun semilir angin membuat kita betah untuk bersantai di Warung Ibu. Desi rindu akan kenikmatan es Campur yang gak bisa ditemui disana. Harapan Cute untuk mancing mujaer di belakang rumah om Heru pupus, karena rumah om Heru gak bisa dipindah pakai pintu ajaib yang ada di kantongnya Cute.

 

Cuaca yang panas diiringin dengan desauan angin membuat kita enggan untuk melanjutkan perjalanan.  Awalnya rencana untuk pulang, mereka mau menempuh perjalanan dengan offroad dari desa suka makmur. Tapi tanjakan yang ada di depan mata, membuat kita berpikir 2 kali untuk menempuhnya. Jangankan sepeda, angkot aja ngos2an ngelewatin tanjakan itu apalagi kita…. (alesan…). Desi dan Yani sudah gak kuat mikir bagaimana pulangnya. Karena pusing ngebanyangin cuaca panas dan tanjakan dimana2. akhirnya coba telp Dado yang katanya mau nyusul… Terbayang dibenak 2 wanita ini, nyamannya AC di kijang merah yang dibawa Dado. Sambil nunggu yang lain bersusah2 gowes pulang dengan sepedanya, kita bisa mampir dulu di warung untuk minum es campur kelapa muda. Bagai hujan di tengah sahara ngebayanginnya.

 

Sambil menunggu sang pria impian, Akhirnya session foto2 pun digelar, tak ada pocket kamera, HP pun jadi.. dengan latar belakang pematang sawah dan sawung serta dikelilingi gunung kapur Cute pun bergaya layaknya atlit sepeda. Adi tak mau kalah, sepedanya dibawa turun masuk ke kali. Dengan gaya ofroader mereka bergaya abis2an… Sepeda Adi pun ikut menikmati segarnya air kali dan bergaya didepan kamera HP Yani.

 

Tapi takdir berkata lain, karena kebanyakan gaya atau karena naluri kudanilnya keluar (iklan fanta ya di?) Cute terpeleset karena batu kali yang licin dan arusnya yang lumayan deras. HP ditangan yang merekam semua tingkah laku teman2 terpaksa harus menemani Cute mandi air kali. Iyunk, Adi, Yani dan Desi tidak bisa berkata2, bukannya membantu tapi malah tertawa senang…. sayang adegan itu tak ada yang meng abadi kannya. Om Heru, Fadli dan Gholam masih nyaman berteduh di warung Ibu sambil menyicipi segala jajanan disana. Kayanya paling banyak jajan tuh om Gholam… mungkin karena baru pertama kali gowes jauh, jadi butuh asupan gizi yang banyak….

 

Setelah banyak bergaya pada session pemotretan, akhirnya pria impian yang ditunggu datang juga… gubraks… ternyata pria impian bawa vario!!!! Pupus sudah harapan, musnah sudah semua asa… ternyata panasnya sahara membuat kita banyak berkhayal yang indah2. Ternyata Desi berhalusinasi akan pria impiannya. Karena vario tidak bisa membawa 2 wanita dan 2 sepeda sekaligus, akhirnya diputuskan bahwa seli Yani yang diangkut pakai vario.

 

Waktu menunjukkan pukul 02.00 siang. Akhirnya setelah menyelesaikan transaksi di warung Ibu, Cute dan teman2 melanjutkan perjalanan pulang. Untung ada Iyunk sang praja IPDN yang membantu Desi saat melewati tanjakan. Cuaca sudah mulai bersahabat, sambil menggowes sepedanya masing2, teman2 menikmati sekali keindahan pemandangan disana. Pematang sawah terbentang sepanjang mata memandang. Sungguh indah karya agung Illahi Robbi. Tidak lupa mengucap Syukur atas semua nikmat yang sudah diberikan-nya.

 

Senang, riang, ceria terlihat diwajah mereka, perjalanan pulang pun terasa ringan. Berapa jarak yang sudah ditempuh tak terpikirkan lagi. Om Heru sebagai Road Captain, mengajak kita mampir dulu ke Oky Bike. Sekarang sudah ada toko sepeda Giant disampingnya. Sudah 3 toko sepeda yang kita sambangi hari itu.

 

Pukul 03.00, cacing diperut sudah menanti. Cute mempercepat gowesannya menuju rumah om Heru. Akhirnya sampai juga… kesegaran es buah sangat menggoda iman. Dalam waktu kurang dari 15 menit, es buah satu mangkuk BESAR habisss tak tersisa. Pandangan beralih ke 3 piring rujak dan puding coklat…. tapi Iyunk pilih untuk makan nasi dan diikuti oleh Gholam. Cute dan Adi sibuk memancing mujaer. Dado dan Yani sibuk menikmati rujakan. Desi pun tak henti2nya mengunyah, sampai kerupuk pun dimakannya ditemani sambal rujak. Om Heru sudah gak bingung lagi melihat tingkah laku mereka, karena inilah apa adanya mereka.

 

Setelah kenyang, Dera buah hati om Heru mengajak om-omnya main karambol. Lanjut dengan main badminton. Saat Yani dan Gholam masih melepas lelah dan pegal2, desi ikut manjat pohon mangga sama Adi. Setelah terkumpul, ada 29 buah mangga yang berhasil kita dapat. Setelah dibagi2 ternyata Iyunk dapat bagian paling banyak… 8 Mangga!!!… tapi karena kebaikan hatinya Iyunk rela membagi 3 buah mangganya untuk Cute. Om Gholam membagi mangga bagiannya untuk om Bayu yang lagi ngidam. Sebenernya Cute dan Adi dapet mujaer banyak banget, Cuma imut2 banget ukurannya jadi mereka lepas lagi. Ada pisang satu tandan yang ditawarin om Heru untuk oleh2, Cuma bawanya bingung….

 

Setelah selesai sholat ashar, mandi2, dan bersenang2. Cute dan teman2pun pulang ditemani mangga sebagai oleh2. Dera dan om Heru menemani sampai toko sepeda Garasi MTB. Teman2pun berhasil meracuni Adi untuk mengganti handle bar dan stemnya jadi putih. Kini penampilannya lebih cantik… Gak nyesel khan di… Cute pun pulang dengan membawa helm folker merah yang kini sudah berpindah hak kepemilikannya.

 

Kalau dihitung2 menurut Cute, perjalanan hari itu sudah mencapai 100 km. Kita sudah menyambangi 4 toko sepeda, 3 piring rujak, 1 mangkuk BESAR es buah, 4 plastik kerupuk, 1 piring puding, 2 piring bakwan, 2 piring mie goreng, 1 piring telur dicabein, dan 1 bakul nasi…. belum lagi jajanan di Warung Ibu yang ludes karena om Gholam kelaperan…

 

Pulang dari perjalanan, Cute dan Iyunk masih melanjutkan kunjungannya ke rumah om Bayu untuk ambil jersey dan polo Rogad yang sudah jadi. Akhirnya pukul 09.45 kita pulang ke rumah masing untuk kemudian beristirahat dan bermimpi tentang perjalanan hari itu.

 

Rabu, 30 Juli 2008 akan menambah catatan harian mereka tentang makna sebuah perjalanan bersama sahabat. Keceriaan ini pasti akan terukir di hati mereka dan menjadi kisah yang akan dibagi kepada anak cucunya kelak. Pegal dan lelah yang dirasa akan menjadi kenangan yang sulit untuk dilupa.

 

Tanpa teman kita mungkin tidak akan seperti ini.

 

31 Juli 2008

Desi

Indahnya sahabat karena kau memberi makna dalam perjalanan hidup ini

 

2 Responses so far »

  1. 1

    Iyunk said,

    ….andai semua ….bisa ikutan…..8->

  2. 2

    Anonymous said,

    potona mana..? susah ngebayangin nich..


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: