The Power of Dream

Dikutip bebas dari Email Om Ivan di Milist

Di sebuah arena pameran Motor Show di Senayan tempo hari, ada sebuah
fenomena yang menarik perhatian para pengunjung. Tampilnya sebuah
robot ASIMO yang sangat pintar dan sudah mengalami banyak kemajuan dan
pengembangan sejak diperkenalkan pada tahun 2000. Pengembangan
mutakhir adalah berupa adanya fungsi sense of humor pada robot tersebut.

ASIMO adalah buah hasil karya teknologi robotik canggih dari para
pakar teknisi dan periset produsen otomotif dunia, Honda. Ya, Honda.
Sebuah nama yang sangat familiar di kuping kita. Sebuah brand image
yang kuat akan teknologi canggih, inovatif dan peduli lingkungan dalam
dunia otomotif.

Adalah seorang Soichiro Honda yang mengawali semuanya itu. Ia lahir,
tumbuh besar di tengah zaman berkecamuknya perang dunia dan masa-masa
yang sangat sulit bagi Jepang. Namun beliau mampu melewati semuanya
itu dengan tabah, tekun dan pantang menyerah.

Tanpa pendidikan formal yang memadai, ia memulai karirnya dengan
bekerja di bengkel perbaikan mobil, lalu menciptakan ring piston,
membangun perusahaannya sendiri, menciptakan mesin 4 tak yang irit dan
bertenaga. Memproduksi motor, lalu merambah ke industri mobil.

Ia juga mengalami jatuh bangun saat ikut serta dalam balapan dunia
motor dan mobil, termasuk di antaranya lomba balap mobil F1 yang
bergengsi. Ia juga merasakan juga beberapa kali getirnya ancaman
kebangkrutan perusahaannya.

Tetapi ada satu yang tidak berubah dari seorang Soichiro Honda sampai
akhir hayatnya. Ia mempunyai mimpi besar yang bersahaja, yaitu
berusaha menciptakan sesuatu yang berkelas dunia dan nomor satu. Untuk
mewujudkan mimpinya itu, ia bisa menjadi orang yang sangat keras,
super ulet dan gigih dalam melewati berbagai rintangan dan kesulitan
yang berlaku. Prinsip baginya adalah tidak ada yang tidak bisa.

Tunggu, jangan dulu berapriori tendensius terhadap industri otomotif
yang satu ini. Inilah salah satu contoh suri tauladan yang patut
ditiru. Setiap orang layak mempunyai mimpi, beberapa tujuan atau
kegiatan yang memberikan makna lebih dalam bagi kehidupan mereka dan
meletupkan gairah untuk mewujudkannya.

Komunitas Bike to Work yang baru berusia 3 tahun, juga layak mempunyai
mimpi besar. Bahwa di suatu saat nanti ada fasilitas bike lane bagi
para pesepeda di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Kita bermimpi
akan udara yang lebih bersih bagi kota dimana kita tinggal. Kita
bermimpi suatu saat nanti di hari kerja pada jam-jam sibuk/rush hour,
ada banyak pesepeda tumpah ruah memenuhi jalan-jalan raya, yang jangan
hanya terjadi pada CFD (Car Free Day) saja.

Namun sejalan dengan perkembangan waktu, situasi dan kondisi yang
kadang sulit, mimpi tersebut bisa saja menjadi bias, terlupakan.
Menjadi sebuah formalitas tempelan belaka pada sebuah komunitas.

Jalan panjang dan rintangan berliku memang selalu menghadang saat kita
berusaha mewujudkan mimpi besar itu. Dengan tetap konsisten bersepeda
dan terus mengajak yang lain untuk bersepeda juga, itu sudah langkah
efektif untuk terus sadar menjaga dan merealisasikan mimpi itu menjadi
kenyataan.

Tidak mengapa bagi mereka yang sementara waktu tidak dapat bersepeda.
Tidak mengapa bagi mereka, yang karena paksaan situasi dan kondisi,
menyebabkan berhenti bersepeda sejenak. Yang penting mimpi bersepeda
itu tidak pupus dan makin mengkristal dalam benak mereka. Dan ada
saatnya mereka kembali bisa bersepeda dan mengejar kembali mimpi itu.

Dan setiap orangpun layak mempunyai mimpi kecilnya masing-masing.
Apakah itu mimpi bisa meningkatkan frekuensi bersepeda, mimpi
mempunyai fasilitas parkir sepeda di gedung perkantoran, mimpi membeli
sepeda yang terbaik, bahkan mimpi bisa melakukan gowes perdana dengan
atau tanpa kawalan teman-teman.

Mari kita kejar mimpi itu menjadi kenyataan seraya bersama-sama
mewujudkan mimpi besar komunitas yang kita cintai ini. Saat kita
mengejar mimpi itu, kita akan merasa diberdayakan (empowered).
Kekuatan (empowerment) itulah yang akan menghubungkan kita dengan yang
lainnya untuk berbagi mimpi yang sama dan saling menguatkan untuk
mengatasi tantangan-tantangan besar.

Kekuatan (empowerment) ini juga yang menjadi inspirasi untuk menebar
kesukacitaan mimpi besar komunitas kita bagi orang lain. Kekuatan
dalam mimpi itulah yang mendorong kita untuk terus gowes dan gowes.
Terus mengajak yang lain juga untuk bersepeda ke tempat kerja.

Soichiro Honda ? “si jenius Henry Ford dari Jepang”, begitu mereka
menyebutnya ? telah lama wafat. Namun nun disana, ia bangga sekali
telah mewariskan harta yang tak ternilai bagi para anak didiknya :
Kekuatan Mimpi (The Power of Dreams).

Kitapun demikian. Dengan kekuatan mimpi, kita berusaha sekuat mungkin
mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan hijau dengan
bersepeda ke tempat kerja dan beraktivitas. Pada saatnya nanti,
ini akan kita wariskan kepada anak cucu kita untuk dilanjutkan, dijaga
dan diberdayakan.

Ayo mari kita sukseskan acara B2W Day selama sebulan penuh di bulan
Agustus ini !

Kita satukan langkah dan mimpi kita bersama dengan giat terus
berkampanye dan bersepeda ke tempat kerja !

Ivan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: