Tag Kuning B2W Sarat Makna Indahnya Perbedaan

Di atas metro mini 604
(Dari Mesjid Attaqwa Ps Minggu ke Menara Jamsostek Gatsu)

Warna sepeda itu nampak lusuh kehitaman,
terlihat bercak-bercak karat di beberapa bagian tubenya.
Di atas roda belakang masih terikat kuat back rack..
Walopun pada bagian sebelah kirinya harus diikat dengan tali rafia
Sementara sang biker begitu sahajanya… masker seharga 3 ribu rupiah nemplok di hidungnya, melindungi paru-parunya dari serbuan polusi Jakarta yang kian tak bersahabat
Sepatu merk dragon fly-nya sudah kelihatan berwarna krem,
ya..sebenarnya sepatu itu berwarna putih. Tapi warna asli itu yang semakin tenggelam.
Menandakan sepatu itu memang sudah sangat lama menemaninya bersepeda

Tiba-tiba mata saya tertuju pada tag bundar berwarna kuning
yang seperti melambai-lambai mengajak kepada sesuatu yang
mengandung kebaikan dan persahabatan
Tag bundar itu terikat di bawah saddle sepeda laki-laki paruh baya itu
Saya tergerak untuk memicingkan mata, sambil berharap Metro 604 yang saya tumpangi
sanggup kembali mengejar mas-mas bersepeda tadi hingga mata ini
sanggup membaca tulisan apa yang ada diatas tag tadi


Hmm… bike to work..
WOW…!! Saya sudah pernah mendengar kata itu kalo tidak salah pada awal tahun 2005.
Saya terhenyak di tempat duduk, diantara jejalan manusia-manusia
yang hendak menuju tempat kerjanya.
Lupakan sejenak kekesalan hati melihat mobil-mobil berjajar-jajar
hanya dengan seorang penumpang (baca:yang nyupir sendirian berangkat kerja) di dalamnya
Lupakan kegilaan orang-orang manja dalam mobil-mobil itu seakan terhapus
dengan tulisan di dalam tag kuning tadi…

Betapa sederhananya laki-laki itu, tanpa merasa minder…
diantara bebek-bebek kreditan keluaran terbaru,
gerombolan Tiger yang selalu memamerkan “bagasinya”,
yang bagasi itu kerap bikin susah kendaraan di belakangnya.
Dan jejeran mobil-mobil keluaran terbaru berpenumpang satu orang.
Laki-laki sederhana itu sanggup mengayuh kedua kakinya
memacu sepeda bututnya menuju tempat kerjanya dengan semangat tinggi
Dimana gerangan dia bekerja?

Kesederhanaan yang patut ditiru, bagi dia sepatu shimano ataupun dragon fly,
sama saja fungsinya untuk menutup kaki-kakinya dari debu dan asap
Bahkan kaos warna putih yang membungkus tubuh atletisnya jauh
dari kesan mahal seperti kaos-kaos kebanyakan produk dari shimano
Kaos itu sudah nampak lepek, dimasukkan kedalam celana kolor ¾ berwarna biru dongker.
Nampak serasi dengan sepatu dragon fly-nya
Tas ransel kumal pun terlihat setia menemani dan terlihat anteng di punggungnya
Pun dengan kondisi sepedanya yang sangat sederhana tidak mengkilap seperti polygon 5 jutaan
Bagi dia, membeli sepatu seharga 1.2 juta dan kaos shimano seharga 600rb baginya
adalah hanya mimpi belaka, tapi mengayuh sepeda setiap hari
dengan perlengkapan seadanya adalah hal yang biasa dan setiap orang dapat melakukannya

Ruarrr biassaaa…🙂

Mungkin saja, laki-laki itu tidak pernah mempunyai email untuk mengetahui rutinitas
dan obrolan-obrolan komunitas bike to work di dunia maya
Tapi seharusnya saya tidak boleh berpikir sejenak seperti itu,
yang jelas laki-laki itu sudah bangga dengan apa yang dijalaninya
Bekerja dengan bersepeda lebih hemat dan lebih sehat…
hmm… mungkin itulah yang ada di dalam benaknya

Tag kuning bike to work itu , setiap pagi senantiasa akrab menemaninya setiap hari…

Sehat milik semua orang, tag kuning itulah yang berhasil menyatukan perbedaan si kaya dan si miskin.

Tiba-tiba gedung Patra sudah nampak di pandangan menjulang, sayapun bergegas berdiri untuk segera turun. Menyebrang menuju jalan tikus yang persis berada di mulut jembatan penyebrangan patra, nampak ojek langganan sudah melambai…

Ah..betapa indahnya bila saya bisa bergabung dengan komunitas itu….

Semangat Muda Agung

“Sejak SMP saya sudah bersepeda ke sekolah mas Erwin..” Agung anak muda dari Bali itu tiba-tiba menghampiri meja kerja saya, sambil matanya tidak berkedip melihat komponen-komponen dari gambar bike parts yang saya ambil dari milis b2w dan ditempel di partisi tempat kerja saya
Saya tidak tahu nama lengkap anak muda itu, tapi dia biasa dipanggil Agung
Dengan lancarnya dia menceritakan pengalamannya bersepeda kala SMP hingga SMA
“Waktu itu jaman Federal, saya suka banget mas.. pake yang model sepeda balap” sungut Agung semangat
“Kamu ikutan komunitas bike to work gak, Gung?” sela saya ditengah-tengah dia bersemangat menceritakan masa lalu bersepedanya.
“Iya mas, saya udah denger komunitas itu….katanya udah makin rame ya?”
“Cirinya itu ya mas… lingkaran kuning dibawah jok sepeda..” Agung nampak sumringah hingga menyebut saddle dengan kata jok dan tag dengan lingkaran kuning

Ya, lingkaran kuning, tag ato apapun namanya… sudah menjadi ciri atau “trademark” yang begitu kuat mewakili gairah sebuah semangat…menuju perubahan!!

Ayoo dong Gung, kembalikan lagi kekuatan dan semangatmu seperti jaman SMP

Festival Kemang 2007

Tiba-tiba pandangan mata saya harus terhenti sjenak,
kala mata ini masih mencari obyek-obyek menarik dengan Canon S3 Is di tangan…
Ada seorang wanita, lengkap dengan helm sepeda sedang asyik jeprat sana jepret sini
dengan kamera Canon…hmm..mungkin jenis Eos 350D yang lumayan canggih itu
Di belakang perempuan itu, ada beberapa lelaki yang sedang duduk santai
dengan berkaos ketat, bike pants, kacamata mahal dan bersepatu shimano silver
Sepeda-nya nampak gagah dengan warna hitam mentereng…
Tak lupa tag kuning itu kembali melambai-lambai…
(Tag itu seolah-2 kembali mengajak saya untuk bergabung…bersama komunitas sehat itu)

Lambaian tag yang penuh persahabatan………….

Ingatan saya kembali tertuju kepada sosok lelaki sederhana dengan sepeda bututnya
yang saya lihat dari atas Metro 604

Tag kuning Bike To Work memang sarat makna akan Indahnya Perbedaan…..
Betapa dia bisa menempel dengan gagah di sepeda mahal mentereng,
dan sepeda berkarat yang sangat sederhana bahkan dihiasi tali rafia…

Hmm…

Sehat milik semua orang, tag kuning itulah yang berhasil menyatukan
perbedaan si kaya dan si miskin.
Dan sepertinya di dalam komunitas bike to work sangat mengenal makna indahnya perbedaan

Ah..betapa indahnya bila saya bisa bergabung dengan komunitas itu….

Salam…….
EMK
(wong Cerbon, menetap di Jakarta)

4 Responses so far »

  1. 1

    Iyunk said,

    hiks2…. mang paling bisa nih om Erwin klo bikin ‘cerpen’……

  2. 2

    emkzone said,

    Wakkss ada foto siapa tuh
    jepret waktu Mandiri Cycling Club ya
    he.he.he

  3. 3

    rogadsb2w said,

    hehhe,, masih banyak kok foto-foto yang belum di publish hehehe,,

  4. 4

    yannie said,

    Jadi inget…2 tahun yang lalu…yups! tepat 2 tahun yang lalu…6 Agustus 2006, baru sebulan bersepeda dan hanya keliling komplek…tapi hari itu aku & suami bela belain gowes puri gading – bunderan HI karena disana team BTW sedang mengadakan kampanye dan bagi bagi tag BTW…

    Seminggu kemudian BTW perdana, bangganya aku dengan tag kuning itu…lambat laun kebanggaan bukan hanya terbatas pada sebuah tag, tapi juga bangga akan komunitas ini dan orang orang yang tetap setia mengayuh pedal-nya…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: