TRIP BOROBUDUR – Bukit Menoreh dan Puncak Suroloyo 7-8 Maret 2009

Re Post from ECHY’S BLOG

Awalnya Ide Trip Borobudur ini muncul dari Pak Iwan Wiwoho (ketua Asiabike) yang rencana awalnya hanya ingin berziarah/nyekar ke makam ayahnya disana dan biasanya beliau selalu bawa sepeda. Iseng2 beliau mengajak beberapa anggota Asiabike ikut serta ke Borobudur untuk bersepeda. Ternyata saat ide ini dilemparkan ke milis Asiabike di bulan Januari, antusiasme anggota Asiabike di jabotabek maupun non Jabo sangat luar biasa. Dari awalnya hanya sekitar 8 org, berkembang jadi 70 orang lebih.

Persiapan pertama yang dilakukan adalah menentukan tanggal, di kalender ada long week-end, 7-8-9 maret, dan ditetapkan tanggal tersebut sebagai tanggal di selenggarakan acara.

Selanjutnya menentukan moda transportasi, pilihan sangat beragam, mulai dari memakai pesawat, kereta api, bus malam reguler, bus charter dan mobil pribadi. Disini faktor biaya dan kenyamanan menjadi penentu utama. Bus charter akhirnya menjadi pilihan kita dan Cipaganti yang akan membawa kita.


Pak Yosep (UBK) meng-informasikan bahwa Trans 7 berminat untuk meliput acara kita ini. Pertemuan panitia kecil dilakukan secara rutin, yang dihadiri teman2 perwakilan tiap wilayah. Berita Trip segera disebarluaskan, baik di BCA Jabodetabek maupun Non Jabo. Rencana Trip disusun, Jumlah peserta mulai di data dan anggaran segera dihitung. Kebetulan Rogad diundang khusus untuk ikut Trip ini, karena sudah beberapa kali bersepeda bareng.

Per 16 februari dari Jabodetabek terdaftar 34 orang, Surabaya 16 orang, Bandung 12 orang, Malang 11 orang, Jogyakarta 12 orang, total terdaftar ikut serta sebanyak 85 orang. Termasuk anggota Rogad didalamnya.

Sabtu, 7 Maret 2009 pagi
Rombongan pertama yang tiba di Pondok Tingal Borobudur pada jam 04.30 adalah Team Malang yang dipimpin oleh pak Indra Aguswantoko, rombongan segera diarahkan untuk beristirahat .

Disusul oleh Team Sadulur Bandung dengan sesepuh pak Rustamadji, kemudian team Arek2 Suroboyo dengan komandan pak Bambang Muratno.

Team Jogya dengan captain pak Soetjinto tiba jam 06.30

Bus rombongan Jabodetabek tiba jam 06.45, terlambat 2 jam dari rencana semula. Hambatan yang ditemui antara lain, padatnya lalu lintas saat keluar jakarta dan kondisi jalan yang tidak mendukung, terutama di jalur Cilacap- Banyumas.

Seluruh rombongan segera menuju kamar yang telah ditentukan, bebersih diri, sarapan dan mulai merakit sepeda. Sarapan berupa nasi putih, sayur tahu, dadar telur dan tempe mendoan langsung disantap

Jam 08.45, rombongan berkumpul, total peserta BCA sebanyak 77 orang, ditambah dengan team pendamping, peserta mencapai 97 orang.

Reporter dan cameraman Trans 7, Andica dan Ari siap di motor masing2, mereka akan mengikuti rombongan Asiabike sepanjang perjalanan, dan pada beberapa rute yang tidak dapat ditempuh dengan motor, mereka akan menunggu di titik2 tertentu.

TRACK MENOREH
Sabtu, 7 Maret 2009

Tepat pukul 09.00, setelah berdoa, rombongan dilepas oleh Bpk Andreas Haryanto, pemimpin KCU Jogyakarta. Rombongan dipimpin dan dipandu oleh team Laboca/ komunitas MTB Borobudur dengan Captain mas Yudie.

Dengan perlahan kita mulai menggowess meninggalkan Pondok Tingal, menyusuri jalan aspal desa untuk segera masuk ke track cross country berupa single track pematang sawah dimana saat itu padi sudah mulai menguning. Sepanjang awal perjalanan kita melalui alam persawahan yang indah dengan background candi Borobudur. Beberapa peserta sempat berfoto2 dulu disepanjang jalan.

Setelah +/- 5 km, rombongan mulai masuk ke desa di kaki menoreh, jalanan mulai menanjak, otot paha mulai berkontraksi dan nafas bertambah cepat. Offroad sepanjang jalan desa dilibas dengan santai, konsentrasi mulai di tingkatkan saat rombongan melintas di track saluran irigasi, salah2 bisa tercebur ke air.

Cuaca mulai panas dan sengatan matahari menguras stamina saat kita melintas saluran irigasi sepanjang +/- 3 km Di ujung track, rombongan di bagi dua, yang akan nanjak off road sepanjang 900m (kelompok Ramboo) atau melintas jalan biasa untuk bertemu kembali di rest area pertama (Kelompok Mister Bean).

40% peserta menjajal rute off road, ternyata rute ini cukup curam tanjakannya, licin dan banyak akar melintang, perlu kombinasi menuntun dan mengayuh untuk dapat mencapai titik kumpul.

Tepat jam 12.00, Di Titik kumpul, Rombongan beristirahat, mengatur nafas, counter pain di pakai, minum, foto2 , makan rambutan, ngobrol sambil berkelakar dan start kembali setelah 30 menit.

Rombongan kembali bagi dua , kelompok Rambo yang akan nanjak off road masuk hutan dan kelompok Mr. Bean yang akan langsung turun melalui jalan aspal untuk bertemu di meeting point ke dua.

Rute hutan merupakan rute off road yang diawali dengan tanjakan yang dilanjut dengan bonus turunan dalam hutan jati menoreh. Sedangkan bagi yang melewati rute aspal, disuguhkan pemandangan yang prima di pegunungan menoreh.

Meeting point kedua dicapai, saat berkumpul, peserta kembali berfotoria, makan rambutan, selonjoran, aroma counterpain kembali terhirup di udara, olesan betadine tampak di kaki para peserta.

Tidak lama berhenti, rombongan mulai gowess menuju Candi Borobudur, disini pun ada 2 pilihan, langsung turun melalui jalan aspal, atau memutar sedikit ber cross country untuk sampai tujuan. Jam 14.00, seluruh Peloton masuk kawasan Candi dan berhenti di kaki candi untuk berfoto bersama.

Total jarak +/- 27 km, waktu tempuh 5 jam

Ternyata syarat untuk bisa makan siang kita harus gowess menanjaaaak ke Bukit Dagi, lokasi masih di dalam kompleks Candi. Bukit dagi terletak dalam kawasan candi borobudur dengan pemandangan langsung ke arah candi. Pohon pinus mendominasi vegetasi yang ada. Biasanya tempat ini menjadi tempat bermeditasi para bikhu budha.

Menu makan siang berupa Nasi + Urap + Ikan asin + tempe bacem + ayam goreng, Piring yang digunakan berupa pincuk daun pisang, dan dengan dessert buah rambutan. Dalam sekejab hidangan ludas disantap, udara segar dan makan sambil lesehan pakai pincuk seperti nya menambah selera makan para gowesser.

Disini setelah makan siang, team Jogya kembali ke asalnya dan hanya ikut trip hari pertama saja. Terima kasih pak Soetjinto dan teman2 BCA Jogya atas partisipasi nya. Jam 14.45-15.00 Sepeda kembali di gowess, kali ini tujuan nya Pondok Tingal, tentunya untuk mandi dan beristirahat.

Banyak peserta yang langsung tidur tanpa mandi, mungkin kelelahan kurang tidur di perjalanan. Termasuk aku yang keenakkan chatting, tiba2 ketiduran tanpa mandi. Jorok banget yah… heheheh. Kata Pak Iwan gini : “Luar biasa, dengan badan lengket dengan keringat dan aroma badan setelah menggowess 5 jam di bawah terik matahari, kok ya bisa2nya tidur pulas tanpa mandi dulu.”

Malam harinya, peserta jalan2 ke jogya untuk kulineran, ada juga yang tinggal di Pondok Tingal termasuk om Pri yang mau ngumpulin tenaga buat besok. Om Doddy, Adi dan aku ikutan jalan2 ke malioboro. Adi ngajak ketemu sama om Gimin, B2W from Jogja. Adi pun belanja beberapa oleh2 buat teman wanitanya, begitu juga dengan om Doddy yang beli beberapa buah daster untuk istri tercinta dirumah. Menu makan malam Nasi Kucing di pelataran jalan malioboro ditambah wedang jahe susu. Romongan kembali ke Pondok Tingal sekitar jam 11 malam dalam kondisi ngantuk berat.

TRACK PUNCAK SUROLOYO
Minggu 8 Maret 2009,

Jam menunjukkan pukul 05.00.Banyak para peserta yang sudah bangun. Ada yang ambil sepeda untuk gowess di seputaran Pondok Tingal – Candi, ada juga yang ke pasar seperti om Pri Rogad, pulang2 bawa 2 kantong kresek entah apa isinya.

Ada juga yang sudah berangkat jam 04.30 ke Candi untuk melihat SunRise dari atas borobudur, seperti pak Teguh dan pak Bambang dari Asialens. Sarapan dimulai jam 06.30 dengan menu nasi soto kumplit.

Pak Iyan Rakhmad, pemimpin BCA KCU Magelang hadir dan akan turut serta dalam trip kedua ini.

Sepeda mulai disiapkan , di naikkan ke dalam 2 truk yang akan membawa kita ke puncak Suroloyo- Menoreh. Dan tambahan dari Team Surabaya yang membawa kendaraan sendiri, mobil pickup yang bisa diisi 23 sepeda.

Tepat pukul 08.00, rombongan berangkat ke tujuan melewati jalan aspal pedesaan.
Suroloyo terletak di puncak pegunungan menoreh, waktu perjalanan +/- 45 – 60 menit, melalui jalan aspal sempit yang menanjak dan menanjak dan menanjaak. Truk aja ogah2an nanjak apalagi kalo kita yang disuruh gowes..

Pemandangan yang segar dan indah menemani kita sepanjang perjalanan, jalan yang menanjak berkelok menambah asiknya perjalanan kita. Perasaan kita pun menjadi deg2an, saat terdengar suara mesin truk yang berat seakan tidak kuat membawa beban kita2 dan sepedanya. Ada saatnya truk harus berhenti dulu untuk ambil ancang2 saat melihat tanjakan curam.

Kendaraan team surabaya mengalami gangguan, sepertinya mesin tidak setangguh truk mitsubishi yang kita pakai, sehingga mereka harus berhenti untuk dievakuasi, dan dijemput kembali dengan salah satu truk yang ada.

Makin keatas, pemukiman penduduk semakin jarang, dimana 2 km menjelang puncak, yang ada hanyalah pepohonan yang diselimuti kabut pagi, suasana ini menambah aroma petualangan yang akan kita lalui.

Jam 09.15 , ke dua truk tiba dengan selamat di puncak Suroloyo, dan segera turun untuk menjemput para arek Suroboyo.

Waktu tunggu di manfaatkan oleh peserta lainnya untuk ber narciss ria, foto2 dengan segala macam gaya. Aku, Adi, om Edo, om Doddy, Suryanto iseng2 naik tangga menuju gazebo yang letaknya tinggi banget. Ternyata pemandangan diatas Beautiful banget… untung ada om Yoga dari Asialens yang bawa kamera beneran. Kru dari Trans7 pun gak kalah narcisnya ternyata pemirsa…

Setelah menunggu sekitar 40 menit, rombongan siap diberangkatkan, sebelumnya dilakukan briefing oleh captain rombongan, kali ini dipimpin oleh mas Otto yang dilanjut dengan doa yang dipimpin oleh pak iyan rakhmad.

Trek Suroloyo merupakan trek cross country yang didominasi oleh trek turunan. Sekitar 300 m mengayuh turun di jalan aspal, kita belok kanan masuk off road, yang merupakan track campuran tanah, rumput dan batu makadam, kontur track naik turun dengan dominasi tanjakan2 curam yang lebih banyak menuntun., lebar track ini +/- 5 m. Lagi2 disini kita menemukan tanjakan…

Vegetasi yang ada berupa tanaman perdu dan tanaman keras, khas vegetasi pegunungan. Diakhir tanjakan, kita di suguhkan dengan track menurun yang aduhai, masih lebar tapi track didominasi oleh tanah bebatuan yang kadang tidak teratur dan banyak jebakan2 lubang nya.

Disini konsentrasi harus dijaga, nafsu jangan diumbar jika ingin selamat. Banyak teman2 yang ban nya kurang lebar mengalami gangguan selip, sehingga kecepatan harus sangat dikurangi. Ada beberapa rekan yang jatuh karena kondisi bannya yang kurang lebar tsb.

Di track ini rombongan mengalami musibah, salah satu pemandu dari Laboca jatuh, dan kehilangan kesadaran karena kepalanya terbentur batu, ybs tidak memakai Helm, hal ini patut menjadi pelajaran dan peringatan bagi kita semua, bahwa kelengkapan HELM adalah WAJIB. Tanpa Helm tidak akan diizinkan bersepeda bersama ASIABIKE. Begitu nasehat dari sang Ketua. Rombongan berhenti sekitar satu jam untuk proses evakuasi dan korban segera di bawa ke RS Muntilan.

Kami segera menggowess di etape kedua, pertama nanjak panjang di jalan aspal untuk segera masuk kembali ke track off road. Track di etape ini sangat technical, track murni tanah, lebar 60 – 100 cm, licin, lumayan curam, banyak akar dan jebakan jalur air dan jaraknya puanjang banget. Track ini track down hill yang ideal banget.

Vegetasi sangat rapat, tipikal hutan tropis, pemukiman sangat jarang, kadang kala di beberapa bagian kanan berupa tebing, kiri jurang. Ada saatnya kita harus melewati turunan curam yang dibuat bertangga tdk beraturan, kadangkala saat tikungan tajam ada akar melintang atau jalur air yang menunggu kita.

Ketinggian sadel sudah diturunkan seminim mungkin, bokong sudah ditarik ke belakang, rem depan dan belakang sudah dimainkan dengan optimal, tetap saja sepeda sesekali ngepot tidak terkontrol.

Disini konsentrasi harus 200 %, peserta yang memiliki skill dan jenis sepeda dengan ban yang cocok pasti akan lebih menikmati dibanding peserta yang lain. Di penghujung track down hill ini hujan turun dengan deras, menambah licin nya track, menuntun menjadi suatu keharusan

Ke-hati 2 an menjadi issue utama. Hal ini di patuhi oleh banyak peserta, sehingga saat tiba di meeting point terakhir semua tiba dengan selamat. Tapi sumpah asyik banget, bisa maen hujan2an di dalam hutan yang udaranya belum terkontaminasi oleh polusi.

Satu jam kita berkutat di track funtastic tersebut dan tepat pukul 13.00, saat semua telah berkumpul, rombongan segera mengayuh sepeda menuju Pondok tingal melalui jalan aspal dan masih ditemani oleh hujan yang masih mengguyur.

Jam 13.30, rombongan mendarat dengan selamat di Pondok, sebagian ada yang langsung mengemasi sepedanya, sebagian mandi dan beberes perlengkapan pribadi nya. Makan siang berupa sayur asem kumplit.

Acara berikutnya berupa seremoni perpisahan dan ucapan terima kasih kepada semua peserta khususnya kepada team pemandu kita Laboca- borobudur. Tak lupa kita menyumbangkan dana untuk Kas LaboCa dan mengadakan kolekte untuk teman yang mengalami musibah tadi siang, dimana info terakhir, ybs sudah boleh pulang ke rumah dan dapat berkomunikasi dengan baik.

Saat nya berpisah,

Jam 16.00 Bus peserta Jabodetabek berangkat menuju Jakarta dengan sebelumnya mampir untuk beli oleh2 berupa wajik dan lain2 nya. Setelah berhenti di Karanganyar dan Tasik untuk beristirahat, Bus mendarat di Wisma Asia 2 Jakarta tepat pukul 05.00 di hari senin yang cerah. Saatnya kembali ke rumah masing2….

foto- foto bisa dilihat di FB nya ADI IPUT ya,,,

ini sebagian :
adi

desi

dody

ompri

14 Responses so far »

  1. 1

    iput said,

    beeeuh……
    panjang banget ya’ ceritanya.. ;))

  2. 2

    rogadsb2w said,

    ceritanya aja panjang, gmana gowesnya tuh,,

  3. 3

    ogut said,

    kayanya panjangan cerita kisah malam abis gowes deh……

  4. 4

    doddy said,

    cerita malama abis…..gowes lebih seru lagi……sambil ke bawa mimpi.
    gw aja sampe meriang2….ngerasain sakit gigi.

  5. 5

    heru said,

    keren banget ceritanya…mantaaap..

  6. 6

    echy said,

    Sorry kalo kepanjangan yah…
    Maklum, gw ga kenal nama2 pesertanya. Jadi copas dari critanya pak Iwan juga.

  7. 7

    hanggoro said,

    salam dari BCA MALANG CICLYNG CLUB

  8. 8

    yuddi said,

    mazz………. entar kalo ada acara kaya’ gitu lagi beritahu and undang kami doong
    (tgl,tempat,count personnya)

  9. 9

    haerudin said,

    aduuuh ketinggalan informasi nieee…
    main kesemarang dong…..

    ceritanya panjang tapi asiiiiiik.

  10. 10

    haerudin said,

    mas, b2w jakarta main dong kesemarang.ane orang jakarte niee pingin aja silahturami kesini.nanti aku anterin belanja oleh oleh yang enak dan murah deh.

  11. 11

    Lou said,

    I found this tip useful from Suze orman: The first thing to consider when obtaining your first life insurance policy is
    determining the amount of coverage you need. A simple way to
    do this is to multiply your current annual income by eight.
    However, this is far from perfect, as each person along with their
    dependents’ situations and therefore needs are unique.
    For example, your specific situation could be unique in that you have
    a child planning to go to college in the next four years.
    There are various tools available online that can help you
    determine a more appropriate amount of coverage. Insurance companies generally
    have representatives that can consult you on your
    needs also.

  12. 12

    Weblog — Blogging is a good social media marketing and advertising
    tool that lets you share a wide array of information and content material with readers.

  13. 13

    Adopting an anthropological and comparative method,
    we strive to recognize not only how social media has changed the planet, but how the globe has changed social media.

  14. 14

    Benedict said,

    If tgere is a stamp that says, ‘diamond series’ or
    ‘diamond line’, you can be sure that what you
    are about to buy is thhe top of the line. So once you are ready to offer your love
    to tthe woman you want to spend your life with, you must pick the right
    ring to symbokize this. Equipped with general knowledge about engagement
    rings, diamonds, and ring settings the task to find the right
    ring will be a positive experience.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: