Sekali lagi- Terima kasih

1gambar

Assalamu’alaikum Warohmatulloh,

Salam hormat dan penghargaan saya yang setinggi-tingginya kepada ;

  • Keluarga besar Rogad khususnya panitia khitanan massal RoGad
  • Dewan Syuro RoGad
  • Bike 2 Work Indonesia K
  • Keluarga besar STEKPI khususnya Senat Mahasiswa dan Rektor
  • Yayasan-yayasan Sosial  Penyantun  Yatim/Piatu dan Fakir Miskin khususnya Yayasan Shohibul Istiqomah, Yayasan Al-Munawwar, Yayasan Amal Sholeh di seputaran Kalibata dan Yayasan yang dipimpin Ustadz Romli di Halim
  • Para donatur
  • Tim Relawan Medis dan SAR (TRAMS)
  • Serta pihak-pihak lain yang telah membantu terlaksananya khitanan massal RoGad namun tidak dapat saya sebut satu per satu.

Alhamdulillaaahirobbil’aalamiin… khitanan massal dalam rangka bakti sosial ulang tahun RoGad telah berlangsung hari Sabtu kemarin di STEKPI dengan lancar, tepat waktu dan sesuai rencana dan harapan kita semua. Ini semua berkat dukungan kawan-kawan semua dalam segala bentuknya. Klise, tapi memang benar. Tanpa niat baik yang tulus, doa, dukungan moril dan materil, sumbangan pemikiran, uang, tenaga dan waktu, kerja keras, komitmen, dedikasi, pengorbanan, kebersamaan, tenggang rasa, kesetiakawanan, rasa saling memiliki, dan keikhlasan dari kawan-kawan semua, dan izin-Nya, tentunya khitanan massal ini tidak akan pernah terwujud.

Alhamdulillah doa-doa kita di-ijabah oleh Allah, niat baik kita dimudahkan dan dilancarkan-Nya, dan mudah-mudahan kerja kita ini menjadi ibadah dan amal sholeh yang di-ridhoi-Nya.

Kata-kata tidak sanggup mengungkapkan rasa haru, rasa syukur dan terimakasih serta penghargaan saya kepada kawan-kawan. Bangga betul rasanya bisa mengenal dan bekerja bersama orang-orang yang tidak berpamrih dan penuh suka cita membantu sesama.

Terimakasih khusus kepada kawan-kawan panitia, yang telah meluangkan diri, terutama waktu dan tenaganya, sejak jauh-jauh hari, yang telah bersedia mengikuti rapat-rapat panitia dan menjadi orang-orang tersibuk dalam persiapan dan selama pelaksanaan acara, yang telah merelakan jam kerjanya terganggu (hingga mungkin pekerjaan keteteran atau dimarahi boss atau terpaksa bekerja lebih larut), yang telah kekurangan waktu tidurnya, yang mungkin sudah bertambah tingkat stress-nya (hehehe), yang tenaganya habis menggotong-gotong berbagai barang, yang pulsa teleponnya menjadi jauh berkurang karena saling menghubungi panitia dan pihak-pihak lain yang terlibat, yang mungkin terpaksa melakukan korupsi di kantor (korupsi jam kerja, korupsi pulsa telepon kantor), yang sibuk berlari ke sana ke mari memastikan segala sesuatunya beres, yang stress karena tiap kali ditanya “buat apa?” oleh ketua panitia saat mengajukan usulan (padahal ketupatnya cuman pengen tahu alasan dari usulan tersebut tapi pengusulnya keburu stress jadi cuman bisa bilang “ya kan cuman tanya”, hehehe), yang terpaksa mengurangi waktu bercengkerama dengan keluarga, yang keluarganya terpaksa merelakannya memberi waktu lebih untuk urusan RoGad, yang selalu sigap saat dimintai tolong bahkan hingga hal-hal terkecil seperti menyapu dan memungut sampah, yang tetap komit ikut rapat dan membantu meski sedang sakit, yang kelaparan saat rapat panitia karena ketupatnya sedang ga punya dana buat belikan makan malam, yang udah gowes lebih jauh dari biasanya demi acara, yang telah mencari peserta, yang telah bolak-balik menghubungi pihak-pihak terkait, yang telah memberikan pemikiran-pemikiran terbaiknya demi kebaikan acara, yang telah berpartisipasi dalam kemeriahan acara, yang telah rela menyiapkan tempat acara hingga larut malam bahkan lupa makan, yang telah membawa keluarga, teman, handai dan taulan untuk meramaikan acara, yang telah bersusah payah mengumpulkan dana dari kawan-kawan, keluarga, boss, kolega dan tetangganya (meski dengan sungkan dan hati malu karena meminta-minta), yang badan, tangan dan kakinya pegal-pegal (baik karena berjalan kebanyakan atau mengangkut-angkut barang), yang telah memberdayakan anggota keluarga dan teman-temannya untuk membantu (yang meminta tolong temannya menjadi qori, yang meminta istrinya dan temannya untuk membelikan sarung dan baju koko bahkan yang meminta ibunya membantu memasakkan sarapan dan kue-kue), yang telah merelakan mobilnya dipakai untuk kepentingan acara, yang telah rela menyetir untuk menjemput dan mengantarkan peserta pulang (bahkan hingga nyasar), yang telah rela menyetir dan menjemput donasi malam-malam dan hingga ke Cikarang, yang sedari awal telah menyatakan komitmennya untuk membantu dan memenuhi janjinya, yang telah menyumbangkan kue-kue, gorengan, martabak dan hidangan lain, yang merelakan mobilnya dipenuhsesaki oleh para peserta dengan segala kondisinya, yang telah membantu memegangi dan menenangkan pasien khitan, yang telah rela dipusingkan dengan bau “daging terbakar” dan suara isak tangis anak-anak, yang telah mengalami musibah kecil dan besar dan kerusakan barang miliknya dalam menjalankan tugas dan peran sebaik-sebaiknya sebagai panitia, yang telah repot mengkoordinir teman-teman satu tim-nya dan berkoordinasi dengan tim lain, yang telah mengupayakan donasi dari berbagai pihak dalam segala bentuknya, yang merelakan kameranya dan barang-barang miliknya dipakai untuk kepentingan acara, yang telah berlelah-lelah sepanjang acara, yang telah meramaikan acara, dan segala bentuk kontribusi lainnya.

Saya mungkin tidak menyaksikan segala sepak terjang yang telah kawan-kawan lakukan seluruhnya, hanya sebagian yang sempat terekam dalam penglihatan dan pendengaran dan ingatan saya yang terbatas, namun segala kontribusi dan kebaikan kawan-kawan yang telah saya ketahui, terukir dalam sanubari, menghangatkan hati dan lagi-lagi membuat saya merasa beruntung dan bersyukur telah memiliki keluarga yang penuh cinta kasih seperti kawan-kawanku semua di RoGad dan Bike 2 Work (ingat, prinsip saya kawan = keluarga!) dengan segala kelebihan dan kebaikannya yang sangat banyak.

Tak ada kata yang mampu saya ucapkan kecuali terimakasih dan doa saya panjatkan semoga Allah SWT membalas amal kebaikan kawan-kawan semua dengan sebaik-baiknya dan menambahkan segala nikmat-Nya kepada kawan-kawan beserta keluarga masing-masing. Aamiin.

Mohon maaf atas segala kekurangan saya pribadi selama masa persiapan dan pelaksanaan acara. Mohon maaf bagi yang pada hari H merasa saya cuekin dikarenakan saya harus wara-wiri ke sana ke mari dan tidak sempat berlama-lama bercengkerama dengan kawan-kawan dan para tamu.

Mari kita juga berdoa bersama semoga anak-anak peserta khitanan massal RoGad tidak mengalami komplikasi atau gangguan apapun setelah khitan kemarin itu, cepat masa penyembuhannya dalam beberapa hari ini dan menjadi insan yang bermanfaat bagi keluarga dan sesama.

Kerja belum selesai. Ini hanyalah satu langkah kecil dalam perjalanan panjang kita mencoba untuk selalu memberi bagi sesama.

Semoga kita selalu menjadi manusia yang memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada sekitar kita.

Salaam,

ijul

3 Responses so far »

  1. 1

    mikopoetro said,

    Just want to say Alhamdullilah ……

  2. 2

    ayu said,

    Alhamdulillah…… Semoga rencana baksos “Kawin Massal” pada ultah ke-3 Rogad’s tahun depan terlaksana yach….hihihihi but khusus bagi yang single ajah….yang dah double di LARANG KERAS…!!! HAHAHAHAHA….

  3. 3

    […] (selengkapnya di weblog Rogads) […]


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: