ROGAD @ Gn GEDE

Kondisi jalanan Jakarta yang macet karena terus2an diguyur hujan tak menyurutkan antusiasme teman-teman untuk melakukan selingkuh dengan pegunungan. Pacar,istri serta anak dan sepeda harus rela mereka tinggalkan. Setelah semua berkumpul dan diawali dengan do’a bersama yang di pimpin oleh om Pri dan diiringi teman2 rogad lainnya di Bakmi Jawa Jum’at malam kurang lebih pkl 21.30 WB,rombongan yang terdiri dari om dan tante : (Bayu, Akung, Zamani, Dodi, Cute, Ogut, Novik, Ridwan, Fandri, Doel, Dani, Ijul, Eva, Evi, Ella dan Dani) melaju menuju desa gunung putri (kaki gunung gede di wil. Cipanas). Setelah menembus kemacetan Jakarta dan menembus dinginnya malam akhirnya rombongan tiba sekitar pkl. 23.30 WIB di sebuah rumah penduduk yang dijadikan sebagai basecamp. Setibanya di rumah “umi” beberapa teman langsung re-packing untuk persiapan keberangkatan besok dan sebagian lagi sudah terkapar melepas lelah di peraduannya masing-masing. Di kesunyian malam suara AC bobrok yang melodius yang keluar dari pita suara om Akung dan om Ridwan berhasil memprovokasi kami yang sedang re-packing untuk segera beristirahat…ZZZzzzZZ…..

Sabtu pagi sekitar pkl. 04.30 alunan lagu Daniel Sahuleka yg terdengar dari gadget milik om Bayu membangunkan kami : “ Morning sunshine in my room, now that room is back in tune, autumn start this day with a smile, and laugh at my beautiful love one, who’s lying beside me…..”, untuk segera bersiap-siap dan menyempurnakan re-packing kami. Om Zam dan Fandri yang bangun terlebih dahulu mendapat rezeki melihat seorang anak gadis umi yang konon inner beauty-nya memancar saat bangun tidur yang baru saja keluar dari kamar tidurnya. Setelah sarapan di warung milik “umi”, rombongan-pun bergegas menuju basecamp GPO (Kepanjanganya lupa-red) untuk registrasi ulang dan berdo’a bersama (yang kali ini dipimpin oleh Om Bayu). Kurang lebih pkl. 08.00 WIB rombongan pun memulai babak pertama perjalanan. Ladang2 nan erotis serta sungai jernih mulai kami lewati, setiap langkah kami iringi dengan canda dan derai tawa. tanjakan, bebatuan, semak belukar dilalui dengan sabar dan tabah oleh rombongan. Fandri yang “katanya” newbie soal pendakianpun harus sabar dan tabah menggendong carrier yang lumayan berat. Setiap pos pemberhentian adalah tempat favorit untuk melepas lelah, berfoto, berbagi keceriaan, cela2an.. dan menghangatkan kembali suasana,juga yang pastinya mengganyang snack2 yang kami bawa. Formasi perjalanan terlihat stabil, tampak di barisan depan ada Om Bayu,Om Dodi, Ogut, Cute, Ridwan, dan Dani cowok, sedang barisan tengah di dominasi oleh srikandi-srikandi rogad, ada nte : Ijul, Ella, Eva-Evi, dan Dani cewek, dan formasi belakang di isi oleh Bang Doel dan Tim Cinta yang menjustifikasi “ke-lelet-an” mereka dengan “low profile”.
Pepohonan nan rindang, belukar, lumut dan parasit yang menempel didinding pohon besar, jamur, pakis serta suara burung bekicau, suara jangkrik berpacaran menjadi pemandangan dan melodi alam yang begitu mendamaikan selama perjalanan, menikam cinta paling dalam….(jiahahaha romantis abiss..). Setiap langkah seperti semangat yang tak kunjung padam, walau ditengah perjalanan cute mengalami keram kaki di tengah rimba yang hening, semangat menolong dan persahabatan ditunjukkan om ridwan untuk membantu cute (that what friends are for guys….-red).

Sabtu sore sekitar pkl. 15.30 rombongan telah sampai di alun-alun surya kencana. Padang savanna yang luas, hamparan bunga edelweiss,hangat mentari dan kabut tipis yang turun di alun-alun surya kencana menjadikan suasana rehat terasa melankolis. Di atas bebatuan nan agak jauh disana tampak ijul menengadahkan tubuhnya kearah langit, mengendap-ngendapkan matanya bak putri duyung yang sedang tergolek lemas (wakakakak…), entah apa maksud dari aksi ini?, hanya ijul dan Tuhan yang tahu…..Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah dengan ratapnya yang merdu membawa rombongan kearah dimana tenda didirikan…., Setelah tenda-tenda didirikan, Chef-chef dari “tenda bintang lima” pun mulai beraksi.
Dengan racikan bumbu-bumbu nusantara yang sudah terkenal di seantero Indoneia para chef tersebut mulai mengolah masakan dengan penuh keilmuan kuliner yang luar biasa, beberapa Bondan Winarno dan Fauzi Baadila dadakan pun mulai memberi komentar masakan chef-chef tersebut, “maknyuss” dan “ajib” pun keluar dari bibir mereka…,sementara para pemirsa yang air liurnya “keleleran” di “wilayah eksotis bibir mereka mulai memukul-mukul piring mereka tanda kepingin nyicipi, mereguk nikmat coklat susu dan perhelatan kuliner yang luar biasa-pun di gelar….,sungguh senja yang penuh gusto.
Rembulanpun naik menggantikan posisi matahari……kenyang, lelah, dan malam yang hening dan membawa pesan-pesan kedamaian melalui hembusan angin tipisnya yang dingin itupun membius kami untuk terlelap ala kadarnya menjaga persahabatan dalam hangatnya tenda. Suara AC Bobrok dan suara “prat-pret” teredam oleh suara hujan yang gemericik, sebagian membasahi kami yang sedang mencoba terlelap.

Minggu subuh sekitar pkl. 04.00 WIB beberapa teman (Minus Om Dani dan Bang Doel) bersiap-siap untuk melanjutkan “orgasme” perjalanan ini yaitu menuju puncak gunung gede. Tampak diatas sana bintang-bintang bertaburan bak kunang-kunang, satu bintang terlihat terbang melesat….,perjalanan menuju puncak-pun dimulai pkl. 04.30 WIB. Perjalanan menuju puncak di dominasi oleh kontur alam berbatuan, serta vegetasi tumbuh-tumbuhan yang tak terlalu besar. Trek-pun terasa lebih curam, dengan terengah-engah rombongan pun mencoba menaklukan tanjakan tiap tanjakan. Dan akhinya sekitar pukul 05.30 WIB rombongan pun berhasil mencapai “orgasme pendakian”.

Sunrise yang telat kami nikmati dan panorama yang begitu menakjubkan menghampar di sekeliling kami. Kawah Gunung Gede dan tampak Gunung Pangrango dari kejauhan menjadi background penting untuk para “model-model tertatih” itu untuk beraksi di catwalk puncak…Jepret sana jepret sini merupakan aksi yang tak bisa ditolak oleh naluri ke-narsis-an….,akhirnya Jersey Rogad-pun berkibar diatas puncak Gunung Gede minggu pagi pkl. 05.30 WIB…,Alhamdulillah…
Setelah puas beraksi di catwalk berbibir kawah Gunung Gede Rombongan-pun bersiap-siap untuk menuruni puncak pada sekitar pkl. 07.00 WIB, kembali menaklukan trek2 berupa batu-batu besar. Di sela sela perjalanan turun menuju alun-alun surya kencana ditengah pepohonan Om Bayu sibuk mencari tissue untuk “menyempurnakan ritual pagi”-nya di sekitar perjalanan itu. Akhirnya pada pukul 08.00 WIB tiba kembali ke base camp surya kencana untuk menikmati menu breakfast dari “chef-chef tenda bintang lima”. Sementara chef-chef mulai memamerkan kebolehanya membuat breakfast, riuh mengalir bagai gerimis keluar dari senda gurau peserta pendakian. Dalam kelembutan pagi dan di buai bayu pagi, wedang jahe, hangat susu coklat, dan makanan instant lainnya pun dilibas habis oleh rombongan. Hangat mentari semakin memperindah suasana pagi itu. Pagi yang bersahabat…….

Perhelatan andrawina yang maknyus dan ajib di pagi hari itupun harus usai, tenda dan perlengkapan dikemas-kemas untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan turun. Kurang lebih Minggu pagi pkl. 09.30 WIB, rombongan-pun bergegas untuk turun. Sambil bergandengan tangan kita menyusuri padang savana di surya kencana. Formasi-pun di atur seperti saat berangkat naik. Mulai vegetasi tumbuh-tumbuhan besar kami lewati, kembali pakis, lumut, kicau burung menemani perjalanan kami. Ditengah perjalanan formasi mulai berantakan,kecuali team cinta yang konsisten berada di ”posisi low profile” mereka dan rombongan Om Bayu yang selalu berada konsisten didepan. Yang terlihat radikal perubahanya adalah rombongan srikandi-srikandi Rogad yang mulai terseok-seok mengahadapi turunan, kalo pada saat nanjak mereka terlihat expert sekali tapi saat turun terlihat turun mesin. Ditengah perjalanan tumpahlah gerimis, makin lama makin keras titik-titik hujan yang turun ke bumi. Di etape terakhir mulai terlihat kejompoan dari beberapa rombongan. Ada beberapa yang berjalan sudah tidak se-normal saat berangkat. Om Zam dan Om Ridwan yang terlihat sekali perubahanya. Dengan ”berat kaki” dan tenaga sisa-sisa mereka berjuang menuju garis finish Hujan dengan titik-titiknya yang besar setia mengiringi kami hingga kami melintasi base camp GPO dan akhirnya sampai dan singgah di warung ”umi” yang kami tandai sebagai garis finish sekitar pkl. 14.30 WIB.

Setelah rapi dan berkemas2 akhirnya kami menuju ke Jakarta kembali pkl. 16.30 WIB…..
Sungguh whatta wonderful trip….karena alam telah mengajarkan segalanya…..,sikap rendah hati, sederhana,berbagi dan bersahaja…..(Pendakian Exclusive Rogad,Gn. Gede 13-15 Nov’ 09)

Ditulis oleh Novik Kayam (Maaf Pak Kayam saya nyatut namanya…..)
Ditulis tgl 18 Nov’ 09 dalam waktu +/- 4 jam ditengah keheningan malam dengan mencoba kembali mengingat-ngingat kejadian beberapa hari lalu….
Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: